7 Kabupaten di Kalteng Pilkada Serentak

Kompas.com - 13/02/2012, 20:47 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah menetapkan pemilihan kepala daerah (pilkada) di tujuh kabupaten dilakukan secara serentak.

Tujuh kabupaten itu adalah Murung Raya, Sukamara, Lamandau, Katingan, Barito Timur, Pulang Pisau, dan Seruyan.

Ketua KPU Kalteng Faridawaty Darland Atjeh di Palangkaraya, Senin (13/2), mengatakan, pilkada bersama akan diselenggarakan pada 4 April 2013. Tanggal itu ditetapkan karena masa jabatan para kepala daerah di kabupaten-kabupaten yang bersangkutan akan berakhir pada Juli 2013.  

Tanggal berakhirnya masa jabatan setiap bupati berbeda-beda tetapi semua bulan Juli.

Namun, manfaat yang lebih penting adalah mencegah mobilisasi massa. Jika tanggal pemungutan suara berbeda-beda, massa bisa dipindah-pindah tim sukses pasangan calon kepala daerah.

Selain itu, pilkada serentak dapat membuat peluang pemilih yang mencoblos dua kali di kabupaten berbeda, lebih kecil. Permohonan bantuan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng untuk mengamankan daerah tempat penyelenggaraan pilkada pun cukup diajukan satu kali.

Hari kerja

Pihak KPU Kalteng menawarkan pilkada diadakan hari Kamis, tanggal 4 April. Sebelumnya, ada usulan dari pengurus KPU kabupaten yaitu, Sabtu tanggal 6 April 2013, papar Faridawaty.

Akan tetapi, Kamis kemudian dipilih karena hari itu bank buka. Penarikan dana dari bank diperlukan untuk membayar panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan kelompok penyelenggaraan pemungutan suara (KPPS). Sementara, pada hari Sabtu, bank umumnya tutup.

Dalam mencapai kesepakatan, para pengurus KPU Kalteng dan kabupaten/kota tidak menemui kesulitan berarti dalam menetapkan tanggal pemungutan suara. Penjelasan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sudah jelas. Jadi, tidak ada kendala, kata Faridawaty.

Tahapan persiapan berupa pemutakhiran data pemilih di kabupaten-kabupaten tersebut sudah akan dilakukan pada tahun 2012. Setelah itu, dua daerah lain juga akan melakukan pilkada serentak yakni Kota Palangkaraya dan Kabupaten Barito Selatan pada 5 Juni 2013.

Lalu, pilkada di Kabupaten Gunung Mas akan digelar 5 September 2013. Sementara, pilkada di Kabupaten Kapuas akan dilaksanakan pada 13 November 2012, kata Faridawaty.

Tercapai mufakat

Sekretaris KPU Kalteng Rigumi mengatakan, kesepakatan mengenai tanggal pilkada secara serentak dengan mudah tercapai melalui mufakat. Luar biasa. Sangat positif. Dalam sehari tuntas. Ada pengaruh hirarki dari para pengurus KPU Kalteng yang dipatuhi KPU kabupaten/kota, paparnya.

Rigumi berharap, kesepakatan tersebut dapat dijalankan dengan baik dan pilkada serentak bisa berjalan lancar serta aman. Kalteng terdiri dari 14 kabupaten/kota. Sementara, pilkada tingkat provinsi tersebut baru akan diselenggarakan pada tahun 2015.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau