MALANG, KOMPAS.com — Sebanyak 38 persen kasus gizi buruk di Jawa Timur, berdasarkan hasil penelitian Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Timur, karena pola asuh.
Kesalahan pola asuh mengakibatkan terjadinya informasi gizi yang salah sehingga anak mengalami kekurangan gizi.
Ny Nina Soekarwo menjelaskan temuan ini di sela-sela acara pencanangan Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh Aktif Tanggap 2012 yang diresmikian Ketua Tim Penggerak PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi di Malang, Senin (13/2/2012).
Kesalahan pola asuh terjadi antara lain karena faktor budaya, tetapi yang terpenting adalah karena absennya pendidikan menjadi orangtua (parenting education) dalam proses tumbuh kembang anak.
"Misalnya, karena ayah-ibu bekerja, anak diasuh oleh nenek. Nenek tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap kebutuhan gizi cukup bagi anak, misalnya memberi anak dengan air teh manis dan bukannya bahan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi anak. Ini yang terutama terjadi pada kelompok grass root," kata Nina Soekarwo.
Ada 20 persen
Di Jawa Timur sampai tahun 2011, 20 persen anak balita dari total 2,4 juta anak balita mengalami gizi buruk. Sebanyak 38 persen dari jumlah penderita gizi buruk itu, berdasarkan informasi yang dikumpulkan PKK Jatim, karena kesalahan informasi gizi oleh pengasuh atau orangtuanya.
Menurut Vita, PKK sejak tahun 2010 telah mengembangkan pendekatan baru dalam memberi akses ibu dan anak pada kesehatan, dengan mendasarkan pada lembaga posyandu.
Vita menjaskan, berbagai kegiatan dilakukan di 14 provinsi se-Indonesia untuk mengaktifkan kembali posyandu, terutama dengan pendidikan kader posyandu yang dilakukan secara nasional, kontes posyandu, sosialisasi konsep-konsep terbaru penanganan tumbuh kembang anak yang antara lain dirancang oleh pakar posyandu Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ali Khomsan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang