Nyaris Tanpa Perlawanan

Kompas.com - 14/02/2012, 03:35 WIB

Makau, Kompas - Seperti sudah diduga, tim Piala Thomas Indonesia tak mengalami kesulitan saat menghadapi tuan rumah Makau. Pada laga pertama penyisihan Grup B zona Asia yang berlangsung di Makau, Senin (13/2), Simon Santoso dan kawan-kawan menang telak 5-0 atas para pemain Makau.

Saking mudahnya lawan yang dihadapi, semua pemain Indonesia hanya tampil di lapangan tidak lebih dari 25 menit. Dengan kualitas pemain Makau yang masih berada dua tingkat di bawah pemain Indonesia, pertandingan kemarin ibarat ajang pemanasan bagi anggota tim Thomas Indonesia.

Simon, yang tampil pada partai pembuka, menang dua gim langsung atas Leong Kin Fai, 21-5, 21-6. Simon butuh waktu tidak lebih dari 20 menit untuk menyudahi lawannya. Keunggulan Indonesia lalu bertambah menjadi 2-0 setelah pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan menang 21-10, 21-12 atas pasangan Leong Kin Fai/Lam Chi Man. Laga ini berjalan hanya 21 menit.

Mengunci kemenangan

Taufik Hidayat yang tampil sebagai tunggal kedua mengunci kemenangan Indonesia dengan mengalahkan Lo Ion Weng 21-7, 21-6 dalam tempo 18 menit. Pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG dan Dionysius Hayom Rumbaka melengkapi kemenangan tim Indonesia menjadi 5-0.

Alvent/Hendra menang atas pasangan Lo Keng Lao/Wong Chi Chong 21-4, 21-7, sedangkan Hayom menang 21-7, 21-9 atas Ng Chi Chong

”Secara kualitas, kami memang unggul jauh dari Makau. Buat saya, pertandingan tadi untuk pemanasan sekaligus mengenal karakter lapangan. Kemenangan ini tetap penting karena kami ingin tim ini menjadi juara grup dan lolos ke putaran final,” kata Taufik yang mengaku belum tampil seratus persen.

Selasa ini, tim Thomas Indonesia akan menghadapi Singapura. Dibandingkan dengan Makau, Singapura lebih punya potensi untuk membuat kejutan, terutama dari sektor tunggal.

”Karena itu, Simon dan Taufik langsung kami mainkan agar adaptasi lapangan mereka sudah matang. Dua pemain ini tetap akan dimainkan melawan Singapura, sedangkan Hayom mungkin diistirahatkan dahulu dan digantikan Tommy Sugiarto,” kata pelatih tunggal putra, Agus Dwi Santoso.

Di sektor ganda, kekuatan Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan Singapura. Markis Kido/Hendra Setiawan yang tidak dimainkan saat melawan lawan Makau akan diturunkan melawan Singapura. Sementara ganda pertama tetap dipercayakan kepada Bona Septano/Muhammad Ahsan.

Pada penyisihan Piala Thomas tahun 2010 di Thailand, Indonesia juga berada satu grup dengan Singapura. Saat itu, Indonesia kecolongan satu angka setelah pasangan Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki ditaklukkan pasangan Hendra Wijaya/Hendri Saputra.

”Dibandingkan dengan Makau, kami lebih tahu kekuatan Singapura. Secara hitung-hitungan, kami juga masih unggul dari mereka. Seperti laga melawan Makau, pemain harus tetap konsentrasi dan jangan sampai kecolongan,” kata pelatih ganda putra, Herry IP.

Jika Indonesia sukses mengatasi Singapura, tinggal satu lawan lagi yang perlu ditaklukkan untuk memastikan status juara grup dan tiket ke perempat final, yakni India. Dibandingkan dengan Makau dan Singapura, India lebih bisa melawan, terutama pemain tunggal mereka, Kashyap Parupalli dan Ajay Jayaram.

Kejutan Nguyen

Hari pertama babak penyisihan zona Asia menghadirkan kejutan dari tim Thomas Vietnam saat menghadapi juara bertahan China di Grup A. Di luar dugaan, tunggal pertama Vietnam, Nguyen Tien Minh, menaklukkan jagoan China, Chen Long, dalam pertandingan dua gim langsung, 21-15, 21-12.

Namun, cuma Nguyen yang bisa menunjukkan permainan berkualitas. Di empat nomor lainnya, pemain Vietnam masih kalah kelas dari China. Akibatnya, Vietnam takluk 1-4. Meski kalah dari China, harapan Vietnam untuk lolos ke perempat final masih terbuka dengan syarat bisa mengalahkan Taiwan pada Selasa ini.

(Gatot Widakdo dari Makau, China)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau