Pepe: Aku Dicitrakan Sebagai Pembunuh

Kompas.com - 14/02/2012, 08:00 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Defender Real Madrid, Pepe, merasa terus disudutkan media. Bahkan, katanya, media massa telah mencitrakan dirinya sebagai pembunuh.

Pemain asal Portugal ini memang memiliki permainan agresif. Terutama saat bertemu Barcelona, dia beberapa kali bermain keras. Bahkan, dia sempat menginjak tangan Lionel Messi. Hal ini menjadi konsumsi media.

"Media massa telah memotret diriku seolah aku seorang pembunuh. Bagiku, bagaimanapun yang terpenting bisa mempertahankan warna Madrid. Ketika aku pergi jalan-jalan, masih banyak orang yang menunjukkan rasa cintanya kepadaku," kata Pepe kepada Canal Plus.

Pepe termasuk pemain kesayangan Pelatih Jose Mourinho. Dia bahkan menjadi salah satu senjata utamanya ketika melawan Barcelona dengan menempatkannya menjadi gelandang bertahan. Menurut Pepe, Madrid sangat membutuhkan pelatih seperti dia. Pepe juga tak terpengaruh adanya isu bahwa Mourinho akan pergi pada akhir musim 2011-12 ini.

"Mourinho masih terikat kontrak dan menjadi bagian dari Madrid, begitu juga dengan para pemain. Kami yakin bahwa dia akan bertahan sebagai pelatih di sini," tegasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau