Wisatawan Asing Belajar Tarian Kuda

Kompas.com - 14/02/2012, 10:59 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Tarian kuda atau Sayyang Pattuddu yang populer di kalangan lokal suku Mandar  ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawaan asing yang berkunjung ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Sekitar 100 turis mancanegara yang antara lain berasal dari Australia, Inggris, Amerika Serika, Jepang dan Rusia, Senin (13/2/2012), jatuh hati pada tarian rakyat Mandar ini ketika mereka mengunjungi Desa Rumpa Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar. Para turis yang merupakan penumpang kapal pesiar Orion II itu tampak larut mengikuti irama tarian Sayyang Pattuddu dari alat musik yang dimainkan sejumlah warga setempat. Mereka pun tak segan turun ke arena tari bersama warga. 

Warga Desa Rumpa menyambut para wisatawan layaknya menerima tamu kehormatan. Bupati Polewali Mandar Ali Baal Masdar bahkan menyambut tamu-tamu itu dengan kalungan sarung sutra Mandar. Tampaknya beberapa dari mereka tidak menyangka bakal mendapat sambutan seperti itu. Hal itu tampak dari ekspresi mereka yang terlihat kaget dan canggung.

Namun hal itu tidak mengurangi kenyamanan para tamu asing itu dalam menikmati kemeriahan acara yang telah disiapkan warga. Mereka bahkan tidak segan mencicipi beraneka hidangan khas Mandar serta buah-buahan yang disiapkan secara khusus untuk mereka.

Sayangnya, suasana meriah pertunjukan tarian Sayyang Pattuddu itu hanya berlangsung singkat karena cuaca yang tidak bersahabat. Puluhan wisawatan asing serta warga yang sedang asyik menari bubar seketika lantaran hujan yang tiba-tiba mengguyur.

Ketua rombongan,  Mick Fogg, mengaku sangat bangga dan kagum dengan sambutan masyarakat pada rombongannya sehingga mereka merasa menjadi seperti keluarga besar. "Saya senang, saya bangga dengan sambutan warga yang meriah,"ujar Mick

Para warga yang senang desa mereka didatangi para tamu asing tamapk larut dalam suasana kegembiraan. Terbukti mereka berupaya mengabadikan momentum ini dengan cara berfoto bersama. Tak hanya kalangan anak muda para orang tua pun berusaha bertegur sapa dengan para turis asing ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau