Sebelum Tewas, Houston Sempat Makan "Sandwich" Kalkun

Kompas.com - 14/02/2012, 15:08 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Situs Dailymail merilis sejumlah foto kondisi terakhir kamar hotel yang dihuni mendiang diva pop Whitney Houston sesaat setelah ditemukan tewas di bathtub kamar mandi Hotel Beverly Hilton, Los Angeles (AS), Sabtu (12/2/2012).  

Dalam foto tersebut terlihat beragam sisa makanan terakhirnya, dari mulai hamburger, kentang goreng, hingga sandwich kalkun, yang sempat dimakan di kamar mandi tepat sebelum dia meninggal.

Tak cuma itu, foto tersebut juga memperkuat bahwa bintang itu sempat minum sampanye dan bir tak lama sebelum kematiannya. Hal inilah yang makin menguatkan adanya kombinasi yang mematikan antara alkohol dan Xanax—obat penenang yang juga ditemukan di tempat kejadian—yang bisa memicu terjadinya kematian.

Saat ditemukan tak bernyawa, pihak berwenang dikabarkan telah menemukan sejumlah botol obat, yang harus memiliki rujukan dokter jika dikonsumsi, di sekitar tubuh Houston. Obat-obat itu antara lain Ibuprofen (obat penghilang rasa sakit), Xanax (obat antikecemasan), Midol (obat menstruasi), Amoxicillin untuk infeksi bakteri dan lainnya.

The Sun mengabarkan, terkait ditemukannya obat-obatan tersebut, petugas forensik Los Angeles akan meminta catatan medis Houston dan akan membandingkannya dengan botol obat-obatan di lokasi kejadian. "Jika ada yang memberi Houston obat secara ilegal, mereka bisa dikenai sanksi." "(Pemerintah) harus memastikan bahwa tidak ada tindakan pidana. Akan ada tuntutan dalam kasus ini," ujar sebuah sumber seperti dikutip Dailymail.  

Pada foto lainnya yang diambil di kamar mandi, lokasi tempat Houston ditemukan tak berdaya, tampak sebuah nampan berisi sandwich kalkun dan jalapenos, tergolek di lantai kamar mandi. Terlihat pula sebuah pisau cukur Gilette, segelas air, dan potongan pakaian yang juga berserakan di lantai.

Salah satu sumber dari kalangan keluarga kepada TMZ mengatakan, Whitney sempat makan burger dan kentang goreng di suite hotel sebelum mengambil sandwich kalkun dan jalapenos ke kamar mandi karena ia berencana untuk makan semuanya setelah mandi.

Sementara itu, kantor berita Associated Press mengabarkan bahwa jasad Houston dikabarkan telah tiba di Bandara Teterboro, New Jersey, untuk dikebumikan pada akhir pekan ini.

Jenazah Houston akan disemayamkan di rumah duka Whigham Newark, lokasi yang sama ketika ayahnya wafat pada tahun 2003. Pihak keluarga merencanakan pemakaman dilakukan di Prudential Center, Newark, Jumat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau