Tips "Melukis Foto" dengan iPhone

Kompas.com - 14/02/2012, 19:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbekal iPhone, siapapun bisa mengolah foto hasil jepretan menjadi foto seperti "lukisan". Bahkan kualitasnya juga tidak kalah dengan hasil editan fotografer profesional.

Salah satu pendiri HDRiPhoneographer, Binsar Nasution menjelaskan pada dasarnya foto apapun dari hasil jepretan kamera iPhone bisa langsung diolah untuk dijadikan foto "lukisan" atau berkualitas High Dynamic Range (HDR).

"Kalau memakai kamera biasa, biasanya objeknya yang diatur dalam pemotretan, tapi dalam HDR ini, tergantung kita mengeditnya (dalam istilah HDR dikenal sebagai mencolek)," kata Binsar pada acara Photo walk di Kebon Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/2/2012).

Untuk mengedit foto dari hasil jepretan kamera iPhone, pemilik iPhone bisa mengunduh aplikasi HDR yang ada di App Store. Aplikasi utama yang digunakan adalah Photoshop Express (PSE) dan iCamera HDR.

PSE lebih digunakan untuk menaikkan exposure (dari gelap ke terang atau sebaliknya) serta untuk menghilangkan noise. Tapi, kata Binsar, beberapa pengguna iPhone atau penggemar HDR ini justru lebih senang dengan adanya noise.

Sementara aplikasi iCamera HDR lebih digunakan untuk menghasilkan foto berkualitas HDR. Aplikasi lain yang bisa digunakan adalah PhotoFX dan Snapseed. Kedua aplikasi ini sama-sama digunakan untuk filterisasi tambahan warna.

"PSE dan iCamera HDR merupakan aplikasi utama, yang lain hanya pelengkap," tambahnya.

Kendati demikian, Binsar mengaku tidak ada aturan baku dalam mengolah foto hasil jepretan menjadi foto HDR seperti "lukisan" tersebut. Esensi foto HDR adalah menambah atau mengurangi cahaya (light) dan bayangan (shadow) pada foto.

Untuk bisa memperoleh foto HDR yang bagus, Binsar mengatakan semua tergantung dari colekan pemilik iPhone.

Hal itu juga akan disesuaikan dengan citarasa seni dari pemilik iPhone tersebut. Jika pemilik iPhone itu mengerti seni, maka hanya dalam sekian menit saja, hasil foto "lukisan" itu akan jadi.

Bahkan HDRiPhoneographer mempunyai tantangan mengolah foto menjadi HDR hanya dalam 360 detik atau sekitar enam menit. Dan itu berhasil.

"Kalau menurut saya, foto HDR yang bagus adalah foto dengan kontras dramatisnya lebih banyak. Jadi sudah seperti lukisan murni, bukan seperti editan komputer," katanya.

Segala Tipe iPhone

Untuk bisa mengedit foto menjadi seperti "lukisan" tersebut, pengguna bisa menggunakan perangkat iPhone dari segala seri baik iPhone 3GS, iPhone 4 maupun iPhone 4S dan seri iPhone terdahulu.

Yang membedakan adalah lama pengeditan di masing-masing jenis perangkat tersebut. Semakin lama seri iPhone yang digunakan, maka proses penyimpanan maupun proses rendering foto hasil editan juga semakin lama. Begitu juga sebaliknya.

"Itu tergantung dari jenis prosesor yang digunakan di masing-masing iPhone tersebut. Semakin besar prosesornya, maka rendering-nya juga semakin cepat," kata Binsar.

 (Sebelum)

(Sebelum)

(Sesudah)

(Sesudah)

 

(Sebelum)

(Sebelum)

 

(Sesudah)

(Sesudah)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau