PAMEKASAN, KOMPAS.com—Puluhan warga Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (14/2/2012), ramai-ramai mengembalikan bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin) ke kantor Kepala Desa setempat. Dengan mengendari dua mobil pick up, mereka menenteng kresek berwarna hitam berisi Raskin seberat 1 kg.
Pengembalian raskin itu membuat sejumlah aparat desa yang sedang duduk manis di kantor, sangat terkejut. Dengan nada kesal, satu persatu warga langsung menaruh tas kresek hitam di atas meja panjang di pendapa balai desa. "Kami tidak mau menerima bantuan beras ini, karena banyak pemotongan jumlah bantuan," ungkap salah satu warga.
Pengembalian raskin itu, karena pihak Kepala Desa (Kades) dinilai sudah keterlaluan memotong jatah raskin. Saodah (58) mengatakan, selama tahun 2011 tidak ada raskin yang diberikan kepada masyarakat. Baru pada tahun 2012 ada bantuan dan per orang hanya kebagian 1 kg. "Dikemanakan beras yang sudah menjadi hak kami selama setahun. Kenapa hari ini hanya 1 kg yang diberikan kepada warga," kata Saodah.
Bersama rekan-rekannya, perempuan yang sehari-hari menjadi kuli pemecah batu ini meminta untuk bertemu dengan Kades, Abdul Aziz. Namun, Kades ternyata tidak ada di kantor desa. "Kaule terro attemoa langsung sareng Pak Kalebun, karana benyak se eatoraginah (saya ingin bertemu langsung dengan Pak Kades, karena banyak hal yang akan disampaikan)," ujar Saodah, lantang.
Sekretaris Desa Muhammad Iksan mencoba menjelaskan kepada puluhan warga tentang posisi Kades yang sedang berada di luar kota. Namun penjelasan itu tidak memuaskan bagi warga. "Apa yang ingin disampaikan kalian, bisa kami tampung dan selanjutnya akan disampaikan kepada Kades. Kades berjanji besok bisa menemui kalian," pinta Iksan.
Wargapun memahami posisi Iksan. Mendengar penjelasan itu, wargapun satu persatu memilih pulang. Namun mereka mengancam bahwa besok akan datang lagi dengan warga lainnya yang belum mengembalikan raskin. "Kalau Kades mau menemui besok, tetap kami tunggu. Namun jika luput, semua warga akan mengembalikan raskin," kata Saodah.
Setelah warga bubar, Iksan enggan menjelaskan soal alur pendistribusian raskin di desanya. Sebab hal itu menjadi kewenangan Kades. "Sebaiknya tanyakan langsung kepada Kades. Saya hanya menangani administrasi kantor saja," kata Iksan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang