Bea Cukai Kediri Sita Ratusan Liter Miras Ilegal

Kompas.com - 14/02/2012, 21:37 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Bea Cukai Tipe Madya Kediri, Jawa Timur menyita ratusan liter minuman beralkohol dari produsen miras ilegal. Selain tidak dilengkapi cukai, penyitaan tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari bahaya minuman beralkohol tanpa standar takaran.

Minuman beralkohol tersebut merupakan hasil penggerebekan yang dilakukan petugas terhadap dua orang pembuat minuman, Senin (13/2/2012), di wilayah Kabupaten Kediri. Kedua pelaku itu masing-masing MR, pembuat minuman keras dengan merek Bintang Kuntul serta WH, pembuat minuman kesehatan merek Gingseng Naga yang mengandung alkohol.

"Peracikan alkohol jika tidak didampingi oleh para ahli dapat membahayakan. Selain itu, usaha yang dilakukan oleh para pelaku ini tidak ada izinnya, sehingga ilegal," kata Sucipto, Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri, Selasa (14/2/2012).

Dari tangan MR, petugas menyita 61 botol miras yang masing-masing berisi 920 mililiter, serta satu galon cairan yang mengandung 20 persen etil alkohol. Sementara dari tangan WH, petugas mengamankan 1.290 botol minuman merek Gingseng Naga kemasan 150 mililiter yang mengandung alkohol, serta 30 jeriken masing-masing berkapasitas 30 liter yang berisi bahan pembuat etil alkohol. Kedua pelaku diancam dengan pasal 50, 54 Undang-undang nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Sucipto menandaskan, pihaknya akan terus meningkatkan penertiban terhadap produsen minuman keras ilegal yang ada di wilayahnya. Terlebih, minuman beralkohol tanpa takaran sudah banyak memakan korban. Pekan lalu di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, dua nyawa melayang setelah mengonsumsi miras oplosan. "Sosialisasi kepada masyarakat terus kita lakukan," kata Sucipto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau