Tak Bisa Melaut, 1.300 Nelayan Terima Beras

Kompas.com - 14/02/2012, 22:09 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sudah dua bulan, sebanyak 1.300 nelayan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak bisa melaut, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Akibatnya, para nelayan, mengalami krisis pangan. Bahkan, mayoritas nelayan yang ada di wilayah Malang Selatan itu, sudah banyak yang dililit utang ke rentenir untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pangan setiap hari.

"Melihat kondisi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Malang langsung bertindak memberikan bantuan berupa beras," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Anny Prihantari, Selasa (14/2/2012).

Menurut Anny, di Kabupaten Malang, sebanyak 1.300 nelayan yang masuk data base. Bantuan beras tersebut, masing-masing keluarga mendapat 30 kilogram untuk lima jiwa. "Yang kami salurkan masih 10.000 ton beras," katanya.

Bantuan beras tersebut kata Anny, berasal dari beras cadangan pemerintah yang disimpan di Bulog Divisi Regional Malang. Adapun total jatah beras untuk pemerintah Kabupaten Malang, kalau ada kondisi darurat atau ada bencana sebanyak 10.000 ton. "Beras itu untuk jatah kalau ada kondisi darurat atau ada bencana," ujarnya.

Untuk mencairkan jatah beras cadangan itu tambah Anny, Dinas Sosial harus berkoordinasi dengan Dinas Kelautan. "Yang jelas, kebutuhan beras untuk tahun ini lebih besar dari tahun lalu. Karena ada tambahan satu kecamatan lagi, yakni Kecamatan Donomulyo. Tahun lalu, Donomulyo itu tidak masuk data base," katanya.

Sementara itu, Triono, salah satu nelayan di Pantai Licin, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, mengaku, sampai saati ini tetap tak bisa melaut. "Sampai sekarang, nelayan tetap tidak bisa melaut. Karena masih gelombang tinggi dan cuacanya masih buruk," ujar Triono.

Triono berharap, semoga dalam waktu dekat, nelayan segera kembali bisa melaut. "Walau sudah dapat bantuan beras, nelayan tetap berharap segera gelombangnya tak tinggi. Cuacanya segera membaik," harapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau