Senjata pemusnah

India Segera Uji Rudal Nuklir

Kompas.com - 14/02/2012, 23:55 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com — India dilaporkan akan menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru, Agni-5, pada pekan kedua bulan Maret. Rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir dan bisa menjangkau wilayah China.

Demikian dilaporkan harian Times of India, Selasa (14/2/2012). "Integrasi rudal Agni-5 sudah dimulai, satu di Hyderabad, dan satu lagi di Wheeler Island. Bulan Maret nanti kami akan meluncurkan ICBM ini," tutur Vijay Kumar Saraswat, Penasihat Sains Menteri Pertahanan India.

Rudal Agni-5 adalah generasi baru dari seri rudal balistik Agni yang memiliki jarak tembak dan presisi serangan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Daya jangkau rudal ini diperkirakan mencapai 5.000 kilometer, yang berarti bisa menembak sasaran hingga di wilayah China utara.

Jika uji coba ini sukses, India akan menjadi negara keenam di dunia, setelah AS, Rusia, Inggris, Perancis, dan China, yang memiliki rudal semacam itu. Versi Agni sebelumnya hanya memiliki daya jangkau antara 700 sampai 3.500 km.

Tahun lalu India berhasil menguji coba Agni-4. Baik Agni-4 maupun Agni-5 diluncurkan dari sistem peluncur mobil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau