26 Persen Penghuni Lokalisasi di Kaliwungu Idap IMS

Kompas.com - 15/02/2012, 03:12 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Sekitar 26 persen dari 300 pekerja seks komersial (PSK) yang ada di Mlaten Atas, Desa Sumberejo, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, positif mengidap Infeksi Menular Seksual (IMS). Penyebaran penyakit ini bisa diakibatkan beberapa faktor, di antaranya bawaan dari PSK ataupun kurang kesadaran lelaki hidung belang dalam menggunakan kondom.

Menurut Ketua Resos Mlaten Atas Kaliwungu Kasmadi, sebenarnya pengurus lokalisasi telah melakukan pemeriksaan rutin kepada PSK penghuni lokalisasi. Namun, masih banyak yang tidak mau memeriksakan kesehatannya. Sampai saat ini belum ada sanksi tegas kepada anak asuh yang tidak melakukan pemeriksaan rutin. "Selama tiga bulan terakhir, penghuni lokalisasi yang baru mencapai 20 orang," kata Kasmadi, Selasa (14/2/2012).

Dalam pertemuan tiga resos, yakni Mlaten Atas, Rowosari Semarang, dan Argorejo Semarang, diketahui eksodus PSK dari wilayah Penundan, Batang, Jawa Tengah, menjadi penyebab utama. "Kedatangan PSK dari Penundan Batang sudah dipastikan membawa penyakit IMS. Dari 32 PSK yang masuk di Argorejo Semarang, 29 di antaranya positif IMS," kata Handoko, Ketua Resos Argorejo Semarang.

Sementara itu, Gito, salah satu pengurus Resos Mlaten, mengajak kepada semua pihak terutama musyawarah pimpinan Kecamatan Kaliwungu untuk terus melakukan pantauan kepada PSK. Terutama sekali kepada PSK yang indekos di rumah penduduk yang ada di luar kompleks. "Bisa saja mereka menerima tamu dari luar dan tamu itu mengidap penyakit," kata Gito.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau