Catatan bulu tangkis

Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Kompas.com - 15/02/2012, 03:41 WIB

Rosiana Tendean

Ajang dua tahunan perebutan Piala Thomas dan Uber baru memasuki babak penyisihan zona Asia. Namun, situasinya sudah terasa menjadi ancaman buat tim Uber Indonesia. Pada babak penyisihan Grup Y, tim uber Indonesia akan menghadapi Thailand untuk penentuan juara grup, Rabu (15/2).

Pertandingan ini sangat menentukan dan harus kita menangkan. Kalau sampai kalah, kita akan berhadapan dengan juara Grup W yang hampir bisa dipastikan China. Bertemu dengan China akan menjadi perjuangan yang sulit buat Adriyanti Firdasari dan kawan-kawan. Jika kalah dari China, berarti tiket untuk tampil di babak final bulan Mei nanti akan melayang.

Setelah tidak lolos ke putaran final 2006, tentu kita berharap ini tidak terulang lagi. Walaupun dalam pemilihan pemain penuh kontroversi, saya berharap pemain yang terpilih dapat tampil maksimal dan menang. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi dalam SEA Games yang baru lalu, di mana Thailand menumbangkan Indonesia 3-1.

Kalah dalam pertemuan terakhir, bukan berarti kita akan mudah dikalahkan hari ini. Secara keseluruhan, kualitas dan pengalaman kedua tim berimbang. Namun, pertandingan beregu tentu tekanannya jauh berbeda dengan kejuaraan perorangan.

Banyak faktor yang bisa memengaruhi penampilan pemain. Kekompakan tim dan tekanan yang tinggi dapat memengaruhi penampilan secara keseluruhan. Semua pemain harus sudah siap fisik, mental, dan strategi dalam bermain.

Pelatih pun harus jeli menentukan pemain yang akan bertanding. Melihat dari materi tim Uber Indonesia, pelatih tak punya banyak pilihan karena pertandingan ini bukan ajang coba- coba, terutama dalam menentukan pemain ganda. Jadi, komposisi seperti apa yang bisa kita tampilkan? Kita harus turun dengan kekuatan penuh.

Pada partai pembukaan tunggal pertama, Firdasari dipastikan menghadapi Ratchanok. Pemain muda Thailand ini saya perkirakan akan menyulitkan Firda yang memang penampilannya sulit ditebak. Dari statistik rekor pertemuan, Ratchanok pun masih unggul 2-1 dari Firda.

Di sinilah mental tim akan diuji. Jika skenarionya Firda kalah, seharusnya jangan sampai menjadi beban buat pemain berikutnya yang akan tampil. Memang hasil ini saling terkait, tetapi sebisa mungkin setiap pemain konsentrasi pada permainan dan lawannya sendiri.

Partai kedua yang akan menampilkan pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari diharapkan bisa menyumbangkan satu angka melawan pasangan Thailand, Duanganong Aroonkesorn/ Kunchala Voravichitchaikul. Walaupun Gresyia/Meiliana tampil kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir, saya tetap berharap satu angka dari pasangan ini. Dari statistik pertemuan, pasangan pelatnas Cipayung ini masih unggul 1-0.

Pada partai ketiga, pemain tunggal kedua, Maria Febe, akan berhadapan dengan Porntip Buranaprasertsuk. Prediksi saya Thailand akan kembali mengambil poin dari partai ini. Dari statistik pertemuan, Febe kalah 0-1 dari Porntip. Jadi, kalaupun partai ini jadi milik Thailand, saya masih berharap di ganda kedua kita bisa mendapatkan angka. Pasangan Nitya Krishinda/Anneke Feinya yang penampilannya terus membaik diharapkan bisa menumbangkan pasangan senior Saralee Thoungthongkam/Savitree Amitrapai.

Kalau sampai partai keempat ini kedudukan 2-2, peluang kita untuk menang lebih terbuka. Hal itu disebabkan tunggal ketiga, Lindaweni Fanetri ataupun Bellaetrix Manuputty, di atas kertas lebih baik dari Sapsiree.

Melihat semua kemungkinan yang ada, peluang untuk menang juga tetap ada. Namun, perjuangan di atas lapangan memang tidak mudah. Semangat pantang menyerah demi Merah Putih harus ditampilkan dan tentunya juga doa kami mengiringi perjuangan mereka.

Selamat bertanding!

Rosiana Tendean Mantan Pemain Bulu Tangkis Nasional

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau