Ajang dua tahunan perebutan Piala Thomas dan Uber baru memasuki babak penyisihan zona Asia. Namun, situasinya sudah terasa menjadi ancaman buat tim Uber Indonesia. Pada babak penyisihan Grup Y, tim uber Indonesia akan menghadapi Thailand untuk penentuan juara grup, Rabu (15/2).
Pertandingan ini sangat menentukan dan harus kita menangkan. Kalau sampai kalah, kita akan berhadapan dengan juara Grup W yang hampir bisa dipastikan China. Bertemu dengan China akan menjadi perjuangan yang sulit buat Adriyanti Firdasari dan kawan-kawan. Jika kalah dari China, berarti tiket untuk tampil di babak final bulan Mei nanti akan melayang.
Setelah tidak lolos ke putaran final 2006, tentu kita berharap ini tidak terulang lagi. Walaupun dalam pemilihan pemain penuh kontroversi, saya berharap pemain yang terpilih dapat tampil maksimal dan menang. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi dalam SEA Games yang baru lalu, di mana Thailand menumbangkan Indonesia 3-1.
Kalah dalam pertemuan terakhir, bukan berarti kita akan mudah dikalahkan hari ini. Secara keseluruhan, kualitas dan pengalaman kedua tim berimbang. Namun, pertandingan beregu tentu tekanannya jauh berbeda dengan kejuaraan perorangan.
Banyak faktor yang bisa memengaruhi penampilan pemain. Kekompakan tim dan tekanan yang tinggi dapat memengaruhi penampilan secara keseluruhan. Semua pemain harus sudah siap fisik, mental, dan strategi dalam bermain.
Pelatih pun harus jeli menentukan pemain yang akan bertanding. Melihat dari materi tim Uber Indonesia, pelatih tak punya banyak pilihan karena pertandingan ini bukan ajang coba- coba, terutama dalam menentukan pemain ganda. Jadi, komposisi seperti apa yang bisa kita tampilkan? Kita harus turun dengan kekuatan penuh.
Pada partai pembukaan tunggal pertama, Firdasari dipastikan menghadapi Ratchanok. Pemain muda Thailand ini saya perkirakan akan menyulitkan Firda yang memang penampilannya sulit ditebak. Dari statistik rekor pertemuan, Ratchanok pun masih unggul 2-1 dari Firda.
Di sinilah mental tim akan diuji. Jika skenarionya Firda kalah, seharusnya jangan sampai menjadi beban buat pemain berikutnya yang akan tampil. Memang hasil ini saling terkait, tetapi sebisa mungkin setiap pemain konsentrasi pada permainan dan lawannya sendiri.
Partai kedua yang akan menampilkan pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari diharapkan bisa menyumbangkan satu angka melawan pasangan Thailand, Duanganong Aroonkesorn/ Kunchala Voravichitchaikul. Walaupun Gresyia/Meiliana tampil kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir, saya tetap berharap satu angka dari pasangan ini. Dari statistik pertemuan, pasangan pelatnas Cipayung ini masih unggul 1-0.
Pada partai ketiga, pemain tunggal kedua, Maria Febe, akan berhadapan dengan Porntip Buranaprasertsuk. Prediksi saya Thailand akan kembali mengambil poin dari partai ini. Dari statistik pertemuan, Febe kalah 0-1 dari Porntip. Jadi, kalaupun partai ini jadi milik Thailand, saya masih berharap di ganda kedua kita bisa mendapatkan angka. Pasangan Nitya Krishinda/Anneke Feinya yang penampilannya terus membaik diharapkan bisa menumbangkan pasangan senior Saralee Thoungthongkam/Savitree Amitrapai.
Kalau sampai partai keempat ini kedudukan 2-2, peluang kita untuk menang lebih terbuka. Hal itu disebabkan tunggal ketiga, Lindaweni Fanetri ataupun Bellaetrix Manuputty, di atas kertas lebih baik dari Sapsiree.
Melihat semua kemungkinan yang ada, peluang untuk menang juga tetap ada. Namun, perjuangan di atas lapangan memang tidak mudah. Semangat pantang menyerah demi Merah Putih harus ditampilkan dan tentunya juga doa kami mengiringi perjuangan mereka.
Selamat bertanding!