NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah turun tipis pada perdagangan di New York, Selasa (14/2/2012) waktu setempat, karena kenaikan penjualan ritel Amerika Serikat tidak sesuai harapan dan ada spekulasi persediaan minyak mentah naik minggu lalu yang menandakan permintaan yang lemah.
Minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran Maret turun 17 sen menjadi 100,74 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange. Sementara, minyak Brent untuk penetapan Maret naik 23 sen menjadi 118,16 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London. Kontrak Maret Brent berakhir hari Selasa waktu setempat. "Penjualan ritel tumbuh tapi kecepatannya kurang dari perkiraan," sebut Kyle Cooper, Direktur Riset IAF Advisors, di Houston.
Menurut Departemen Perdagangan AS, penjualan ritel hanya naik 0,4 persen pada Januari lalu. Sementara survei Bloomberg sebelumnya memperkirakan ritel bisa tumbuh hingga 0,8 persen. Di sisi lain, survei Bloomberg memprediksi persediaan minyak mentah naik 1,6 juta barrel menjadi 340,8 juta barrel minggu lalu. Tetapi, menurut American Petroleum Institute, persediaan minyak mentah naik 2,9 juta barrel menjadi 337,8 juta barrel minggu lalu.
Permintaan minyak mentah berada pada titik terendah 12 tahun. "Persediaan minyak telah meningkat dan permintaan cukup menakutkan. Kami memperdagangkan minyak pada level harga sekitar 100 dollar AS," tambah Cooper.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang