Demokrat Ingin Kembali Meraih Simpati Publik

Kompas.com - 15/02/2012, 09:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris FPD DPR Saan Mustopa menegaskan, jajaran fungsionaris Partai Demokrat berjanji melakukan berbagai upaya nyata untuk kembali meraih dukungan publik.

”Tentu Partai Demokrat akan merespons apa yang menjadi harapan publik, bahkan tidak hanya sekadar merespons, tetapi akan memformulasikan apa yang menjadi harapan publik menjadi agenda dan akan dilakukan melalui kerja keras,” kata Saan Mustopa kepada pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

Menurut Saan, meski Partai Demokrat sempat mengalami penurunan dukungan, itu tidak memberikan manfaat bagi elektabilitas bagi parpol lain.

”Ini menjadi perhatian bagi semua partai. Bagi Partai Demokrat, program kerja nyata akan menjadi prioritas untuk mendapatkan kembali simpati publik,” ucapnya.

Konsolidasi

Secara terpisah, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, mengingatkan, konsolidasi dan pembenahan wajib dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh para kader partai.

”Kesempatan tinggal beberapa bulan saja. Kalau ini tidak digunakan secara seksama, jeli, dan cerdas, Partai demokrat akan menuai hal yang tidak baik dalam Pemilu 2014 nanti,” kata Siti.

Harapan publik, misalnya, dapat tecermin dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang menempatkan Partai Demokrat di urutan pertama. Dalam survei itu, Partai Demokrat masih mendapatkan dukungan publik sebesar 12,6 persen, disusul oleh Partai Golkar 10,5 persen, dan PDI-P 7,8 persen.

”Dalam masa konsolidasi dan pembenahan internal partai, para kader harus berhenti saling melempar argumen dan intrik karena hal itu akan dinilai oleh publik. Apa yang terjadi di dalam partai, selesaikan di dalam. Jangan dikeluarkan ke publik,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Siti, pimpinan dan kader partai harus membuktikan ke publik bahwa Partai Demokrat bersungguh-sungguh dan konsisten melakukan pembenahan internal sehingga masih layak dipercaya dalam Pemilu 2014.

”Ini yang harus dibuktikan bahwa ternyata ada konsolidasi dan pembenahan di Partai Demokrat yang diikuti bukti-bukti konkret,” ujarnya.

Siti menduga saat ini ada gerakan-gerakan menyudutkan Partai Demokrat yang sangat tangkas dan luar biasa. Sementara Partai Demokrat, kata Siti, seolah merelakan selalu diserang oleh isu-isu miring dari lawan politik yang melihat peluang untuk menjatuhkan citra partai.

”Karenanya bila konsolidasi dan pembenahan partai tak dilakukan secara sungguh-sungguh, lawan-lawan politik Partai Demokrat akan terus mencari kesempatan untuk menjatuhkan citra partai di mata publik,” kata Siti.

 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Memuat pilihan harga...
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau