Uni Eropa Batalkan Pertemuan Soal Yunani

Kompas.com - 15/02/2012, 13:59 WIB

Pertemuan para menteri keuangan Eropa ditunda karena Yunani belum memberikan jaminan soal rencana pemangkasan anggaran. Semestinya pertemuan tersebut berlangsung Rabu 15 Februari di Brussels dengan tuntutan Yunani bisa melakukan penghematan sebesar 325 juta euro lagi.

Meski pertemuan ditunda tetapi Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan akan diganti dengan sebuah telekonferensi. Para menteri keuangan Eropa menyatakan belum mendapatkan jaminan dari para pimpinan partai politik Yunani dalam sebuah usulan program pemangkasan anggaran, demikian pernyataan Juncker dikutip kantor berita Reuters.

Dia mengatakan bahwa ''menghadapi isu ini, saya memutuskan untuk mengumpulkan para menteri keuangan dalam sebuah telekonferensi besok''.

Selain 17 menteri keuangan zona Eropa, presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi dan Komisioner Ekonomi dan Moneter, Olli Rehn, juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan. Wartawan BBC di Athena memastikan bahwa kantor Perdana Menteri Yunani mengkonfirmasikan bahwa pertemuan dibatalkan.

Keras

Bantuan dana terbaru sebesar 130 miliar euro sebelumnya telah disepakati oleh para pemimpin Uni Eropa, dengan persyaratan Yunani melakukan kebijakan pemangkasan defisit lanjutan dan restrukturisasi perekonomian.

Hari Minggu kemarin, parlemen Yunani mendukung pemangkasan lagi, tetapi sejumlah partai mengeluarkan lebih dari wakilnya di parlemen karena gagal mendukung rancangan pemangkasan tersebut.

Sedangkan ribuan orang di Athena juga masih melanjutkan aksi demonstrasi yang diwarnai dengan kekerasan dan pembakaran sejumlah bangunan. Kekerasan juga dilaporkan berkembang disejumlah kota.

"Saat waktu berjalan, lebih banyak lagi orang meyakini bahwa kebijakan pemangkasan anggaran tidak bisa dilakukan karena ekonomi terlalu buruk, dan itu terlalu keras terutama bagi pekerja dan kelas menengah di sektor swasta,'' kata Nick Malkoutzis, Wakil Editor, harian bahasa Inggris Kathimerini.

"Mereka merasa bahwa mereka dipaksa untuk membayar atas kegagalan untuk mereformasi sektor publik,'' katanya.

Kesabaran Jerman

Ada tekanan bagi Yunani untuk melakukan kemajuan, disaat negara ini tidak bisa membayar hutang yang jatuh tempo pada tanggal 20 Maret nanti kecuali bisa lolos kualifikasi untuk mendapatkan bantuan dana dengan memuaskan rekannya di Eropa. Pada saat jatuh tempo nanti Yunani harus membayar 14,85 miliar euro ke peminjam.

Ketika dan jika menteri kawasan Eropa bisa meyakinkan Yunani untuk melakukan pemangkasan lanjutan, dan jika parlemen Jerman menyetujui bantuan dana (sebagaimana yang diwajibkan dalam undang-undang nasional), maka bantuan baru bisa ditandatangani awal Maret. Tetapi ada peringatan bahwa politisi di Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, mungkin akan kehilangan kesabaran.

Sementara itu, sebuah laporan resmi Selasa kemarin menunjukkan adanya penurunan ekonomi Yunani di tiga bulan terakhir 2011. Pertumbuhan ekonomi Yunani menyusut 6% tahun lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau