Neneng Hari Ini Ultah, Nazaruddin Tersenyum

Kompas.com - 15/02/2012, 17:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nazaruddin tersenyum saat ditanya apakah ia sudah menghubungi Neneng Sri Wahyuni, di hari ulang tahun istrinya itu yang jatuh Rabu (15/2/2012) hari ini. Namun, Nazaruddin tetap bungkam dan  mengaku tidak tahu di mana Neneng berada.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengatakan ia telah mengucapkan selamat ulang tahun ke Neneng, namun hanya melalui doa. "Sudah saya ucapin tadi pagi waktu saya shalat subuh lewat doa," kata Nazaruddin singkat.

Keberadaan Neneng Sri Wahyuni, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pembangkit listrik tenaga surya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, masih menjadi misteri. Istri Muhammad Nazaruddin itu tidak terlacak setelah Nazaruddin tertangkap di Cartagena, Kolombia, Agustus tahun lalu.

Neneng kini telah menjadi buronan kepolisian internasional (Interpol). Wanita kelahiran 15 Februari 1982 itu diduga mendapat keuntungan Rp 2,2 miliar dari proyek pengadaan PLTS di Kemennakertrans tersebut. Kasus dugaan korupsi ini juga menjerat pejabat Kemennakertrans, Timas Ginting, sebagai terdakwa. Saat bersaksi dalam persidangan Timas, Nazaruddin mengaku pernah menelepon Neneng dari dalam Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau