Bambang: Jangan Tekan KPK soal Century

Kompas.com - 15/02/2012, 18:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi meminta waktu kepada DPR untuk menyelesaikan kasus bail out Bank Century. KPK berharap tidak ada tekanan agar KPK segera menuntaskan kasus itu.

"Kami perlu waktu. Dua bulan ini belum sempat kita periksa semuanya itu," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat rapat kerja dengan Tim Pengawas Century di kompleks Gedung DPR, Rabu (15/2/2012).

Bambang menyikapi desakan dari Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Hanura agar kasus Century segera diselesaikan. Demokrat meminta kasus itu selesai tahun 2012 agar tidak menjadi bola liar ketika Pemilu 2014 yang akhirnya merugikan Demokrat. Adapun Hanura memberi waktu kepada KPK selama satu bulan ke depan untuk meningkatkan penanganan ke tahap penyidikan.

Bambang mengatakan, jika KPK melakukan penyelidikan tanpa mengikuti prinsip kehati-hatian lantaran tekanan dari eksternal, akuntabilitas KPK akan dipersoalkan. Untuk itu, ia berharap semua pihak perlu menjaga kredibilitas KPK.

Ia menambahkan, KPK akan mengatur jadwal tahapan penyelidikan sehingga Timwas dapat memantau perkembangan penyelidikan. Jadwal itu akan didiskusikan bersama Timwas. Jika Timwas ingin mengetahui perkembangan penyelidikan nantinya, Bambang berharap KPK tidak diundang ke DPR.

"Kami mohon untuk jaga independensi bisa dilakukan di KPK karena lembaga ini harus dijaga. Kalau di ruang seperti ini (DPR) beda dengan di ruang KPK," ucapnya.

Saat ini ada dua pandangan di internal KPK dalam menyikapi kasus Century. Para penyelidik meminta waktu lebih untuk mengusut kasus itu. Adapun Wakil Ketua KPK Zulkarnaen menilai kasus itu bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan. Zulkarnaen bahkan sudah mengonstruksikan pasal-pasal apa yang bisa digunakan.
Sementara itu, Ketua KPK Abraham Samad berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut pada tahun ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau