Suriah

Hama, Homs, dan Idlib Digempur

Kompas.com - 16/02/2012, 02:20 WIB

Kairo, Kompas - Pasukan Pemerintah Suriah, Rabu (15/2) dini hari, menggempur kota Hama. Sehari sebelumnya, pasukan pemerintah juga menggempur kota Homs dan Idlib.

Lembaga Umum untuk Revolusi Suriah seperti diberitakan televisi Aljazeera mengungkapkan, pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad menggempur beberapa distrik di kota Hama, seperti distrik Basyura, Faraya, dan Aliliyah yang terletak di pusat kota itu.

Pasukan loyalis Presiden Assad juga menggempur distrik Hamidiyah, Syarqiyah, dan Arbain yang terletak di pinggir kota Hama. Gempuran itu dilakukan setelah pasukan baru tiba dan dilengkapi puluhan kendaraan lapis baja serta tank beberapa hari terakhir ini. Tank-tank dan kendaraan lapis baja disebarkan di jalan-jalan utama kota Hama dan menutup semua pintu kota.

Suara tembakan dan ledakan rudal terdengar dahsyat di beberapa sudut kota. Televisi Aljazeera melaporkan, hingga Rabu pagi kemarin sedikitnya lima warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka, serta tiga rumah di distrik Hamidiyah hancur. Jaringan komunikasi dan internet diberitakan terputus di kota Hama.

Menurut aktivis Suriah, Muhammad Hasyim, mobil ambulans berusaha memasuki pusat kota Hama setiap kali gempuran terhenti untuk mengangkut korban tewas dan luka-luka.

Lembaga Umum untuk Revolusi Suriah mengungkapkan, korban tewas pada hari Selasa lalu mencapai 48 orang, dan 11 korban tewas di antaranya gugur di kota Homs.

Kota Homs yang merupakan kota terbesar ketiga di Suriah kini menghadapi ancaman bencana kemanusiaan karena kurangnya suplai bahan makanan dan bahan bakar serta terus ditutupnya sebagian toko. Seorang aktivis, Rami Jarrah, mengungkapkan, lebih dari 100.000 warga Homs kini terkepung di rumah mereka masing-masing.

Sulit bergerak

Aliran pipa minyak di kota Homs juga dilaporkan terbakar, diduga akibat gempuran pesawat tempur yang terbang rendah di atas kota Homs. Hampir setiap menit, sedikitnya ada dua ledakan di kota Homs. Distrik Bab Amr merupakan distrik yang paling sering mendapat gempuran di kota Homs.

Di distrik Idlib, pejabat di kantor penerangan dewan revolusi Suriah, Alaudin Yusuf, mengungkapkan, tank-tank pasukan pemerintah kini mengepung distrik Idlib dari berbagai arah.

Menurut Yusuf, pasukan pemerintah sering menembaki secara membabi buta ke arah berbagai sasaran di distrik Idlib yang menyebabkan jatuh korban. Kaum wanita dan anak kecil sering dihantui rasa ketakutan akibat gempuran itu.

Yusuf kepada televisi Aljazeera mengungkapkan, aliran listrik dan jaringan komunikasi telah terputus di sebagian besar distrik Idlib, serta bahan bakar mulai langka di distrik itu.

Di Daraa, pasukan pemerintah tersebar di berbagai sudut kota sehingga sulit melangkah ke mana pun di kota itu tanpa berhadapan dengan pasukan loyalis Presiden Assad.

Dalam konteks politik, Majelis Umum PBB, Kamis (16/2) ini, dijadwalkan akan mendiskusikan rancangan resolusi yang diajukan Arab Saudi dan Qatar pada hari Selasa lalu.

Rancangan resolusi Qatar dan Arab Saudi itu mengecam pelanggaran hak asasi manusia di Suriah dan mendukung proposal damai Liga Arab yang bertujuan mengakhiri krisis politik di Suriah selama 11 bulan terakhir ini.

Qatar dan Arab Saudi kini terpaksa menggunakan forum Majelis Umum PBB setelah upaya di Dewan Keamanan PBB gagal menyusul veto Rusia dan China. (MTH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau