Kairo, Kompas
Lembaga Umum untuk Revolusi Suriah seperti diberitakan televisi Aljazeera mengungkapkan, pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad menggempur beberapa distrik di kota Hama, seperti distrik Basyura, Faraya, dan Aliliyah yang terletak di pusat kota itu.
Pasukan loyalis Presiden Assad juga menggempur distrik Hamidiyah, Syarqiyah, dan Arbain yang terletak di pinggir kota Hama. Gempuran itu dilakukan setelah pasukan baru tiba dan dilengkapi puluhan kendaraan lapis baja serta tank beberapa hari terakhir ini. Tank-tank dan kendaraan lapis baja disebarkan di jalan-jalan utama kota Hama dan menutup semua pintu kota.
Suara tembakan dan ledakan rudal terdengar dahsyat di beberapa sudut kota. Televisi Aljazeera melaporkan, hingga Rabu pagi kemarin sedikitnya lima warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka, serta tiga rumah di distrik Hamidiyah hancur. Jaringan komunikasi dan internet diberitakan terputus di kota Hama.
Menurut aktivis Suriah, Muhammad Hasyim, mobil ambulans berusaha memasuki pusat kota Hama setiap kali gempuran terhenti untuk mengangkut korban tewas dan luka-luka.
Lembaga Umum untuk Revolusi Suriah mengungkapkan, korban tewas pada hari Selasa lalu mencapai 48 orang, dan 11 korban tewas di antaranya gugur di kota Homs.
Kota Homs yang merupakan kota terbesar ketiga di Suriah kini menghadapi ancaman bencana kemanusiaan karena kurangnya suplai bahan makanan dan bahan bakar serta terus ditutupnya sebagian toko. Seorang aktivis, Rami Jarrah, mengungkapkan, lebih dari 100.000 warga Homs kini terkepung di rumah mereka masing-masing.
Aliran pipa minyak di kota Homs juga dilaporkan terbakar, diduga akibat gempuran pesawat tempur yang terbang rendah di atas kota Homs. Hampir setiap menit, sedikitnya ada dua ledakan di kota Homs. Distrik Bab Amr merupakan distrik yang paling sering mendapat gempuran di kota Homs.
Di distrik Idlib, pejabat di kantor penerangan dewan revolusi Suriah, Alaudin Yusuf, mengungkapkan, tank-tank pasukan pemerintah kini mengepung distrik Idlib dari berbagai arah.
Menurut Yusuf, pasukan pemerintah sering menembaki secara membabi buta ke arah berbagai sasaran di distrik Idlib yang menyebabkan jatuh korban. Kaum wanita dan anak kecil sering dihantui rasa ketakutan akibat gempuran itu.
Yusuf kepada televisi Aljazeera mengungkapkan, aliran listrik dan jaringan komunikasi telah terputus di sebagian besar distrik Idlib, serta bahan bakar mulai langka di distrik itu.
Di Daraa, pasukan pemerintah tersebar di berbagai sudut kota sehingga sulit melangkah ke mana pun di kota itu tanpa berhadapan dengan pasukan loyalis Presiden Assad.
Dalam konteks politik, Majelis Umum PBB, Kamis (16/2) ini, dijadwalkan akan mendiskusikan rancangan resolusi yang diajukan Arab Saudi dan Qatar pada hari Selasa lalu.
Rancangan resolusi Qatar dan Arab Saudi itu mengecam pelanggaran hak asasi manusia di Suriah dan mendukung proposal damai Liga Arab yang bertujuan mengakhiri krisis politik di Suriah selama 11 bulan terakhir ini.
Qatar dan Arab Saudi kini terpaksa menggunakan forum Majelis Umum PBB setelah upaya di Dewan Keamanan PBB gagal menyusul veto Rusia dan China.