Tim Uber Butuh Keajaiban

Kompas.com - 16/02/2012, 03:39 WIB

Makau, Kompas - Kekalahan tim Uber Indonesia dari Thailand pada laga terakhir babak penyisihan Grup Y membuat Indonesia harus menghadapi juara bertahan China pada babak perempat final hari Kamis (16/2). Situasi ini membuat peluang Indonesia ke semifinal dan meraih tiket ke putaran final semakin tipis.

Tidak berlebihan jika dikatakan Indonesia butuh keajaiban untuk memenangi pertarungan melawan China. Harapan Indonesia menghindar pertemuan dengan China di perempat final sebenarnya terbuka saat tunggal pertama Adriyanti Firdasari mengalahkan Ratchanok Inthanon, 21-16, 23-21.

Firda di luar dugaan tampil cukup taktis untuk meredam permainan agresif Ratchanok. Kemenangan Firda ini sekaligus membalas kekalahan di final SEA Games tahun lalu.

Dengan kemenangan Firda, secara hitung-hitungan kekuatan, Indonesia tinggal mengambil angka dari dua nomor ganda. Namun, skenario ini kembali tidak berjalan. Ganda pertama Indonesia, Liliana Natsir/Meiliana Jauhari, kalah dari pasangan Saralee Thoungthongkham/ Kunchala Voravichitchaikul, 18-21, 19-21.

Hasil ini sekaligus memastikan kemenangan Thailand, karena sebelum laga ini Thailand sudah membalikkan keadaan 2-1 berkat kemenangan dua pemain tunggalnya, Porntip Buranaprasertsuk dan Sapsiree Taerattanachai. Porntip mengalahkan Lindaweni Fanetri, 21-18, 10-21, 21-18, sedangkan Sapsiree menaklukkan Bellaetrix Manuputty, 21-12, 14-21, 21-11.

Satu laga lain sudah tidak menentukan, yaitu antara pasangan Anneke Feinya/Nitya Krishinda dan Savitree Amitrapai/Sapsiree.

”Harus diakui peluang kami melawan China memang berat. Namun segala sesuatu masih mungkin terjadi,” kata Wakil Manajer tim Indonesia, Yacob Rudianto.

Tim Uber Indonesia akhirnya kalah 2-3 setelah pada partai terakhir, pasangan Thailand mengundurkan diri.

Lawan Korea Selatan 

Sementara itu, tim Thomas Indonesia tampil sebagai juara Grup B setelah pada laga terakhir penyisihan grup mengalahkan India, 3-2. Meski menang, hasil ini di luar prediksi karena kecolongan dua poin.

Dua angka yang lepas yakni dari ganda pertama, Alvent Yulianto/Hendra AG, dan tunggal ketiga, Dionysius Hayom Rumbaka. Alvent/Hendra kalah dari pasangan Rupesh Kumar/Sanave Thomas, 18-21, 16-21, sedangkan Hayom takluk dari Sal Praneeth, 21-13, 15-21, 9-21. Simon Santoso, Taufik Hidayat, dan pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan sukses menyumbang poin.

Pada babak perempat final, Indonesia akan menghadapi Korea Selatan yang secara mengejutkan dikalahkan Malaysia dengan angka tipis, 2-3. Koordinator tim Thomas, Ricky Subagja, mengatakan, Korea ataupun Malaysia memiliki kekuatan yang hampir sama. Jadi, siapa pun yang akan menjadi lawan Indonesia, maka pertandingannya akan ketat.

Pada babak kualifikasi zona Asia kali ini, Korsel kehilangan kekuatan dengan absennya pemain tunggal Park Sung-hwan dan pemain ganda Jung Jae- sung. ”Seperti Malaysia, kami harus bisa memanfaatkan kondisi ini. Tentu kami akan menurunkan kekuatan terbaik untuk mengamankan tempat di semifinal sekaligus tiket ke putaran final di Wuhan,” kata Ricky.

Untuk formasi tim, di sektor tunggal Indonesia kemungkinan akan menurunkan Simon, Taufik, dan Tommy Sugiarto. Sementara di ganda, Bona Septano/Muhammad Ahsan akan menjadi ganda pertama dilapis Markis/Hendra.

Simon yang akan menghadapi tunggal pertama Lee Hyun-ill mengatakan, pertandingan melawan Hyun-ill tidak akan mudah. Namun, dia siap main habis-habisan. ”Saya harus siap capek karena dia pemain berpengalaman,” kata Simon. Secara hitung-hitungan kekuatan, Indonesia harus bisa mengambil dua poin dari nomor tunggal dan satu dari ganda.

Pelatih ganda putra, Herry IP, mengatakan, peluang mengambil poin dari ganda tidak mudah. ”Bona/Ahsan peluangnya 50-50. Sekarang tinggal kesiapan mental dan konsentrasi mereka di lapangan. Peluang lebih terbuka di ganda kedua karena mereka menampilkan pemain yang bukan pasangan aslinya,” kata Herry.

Berdasarkan statistik, dari tiga pertemuan, Bona/Ahsan selalu kalah dari ganda pertama Korsel kali ini, Ko Sung-hyun/Yoo Yeon- seong. Terakhir mereka kalah di kejuaraan dunia 2011.

Jika Indonesia kalah dari Korsel, peluang meraih tiket ke putaran final tetap terbuka. Namun, tim ”Merah Putih” harus menjalani laga play off untuk memperebutkan tempat kelima. ”Ya, mudah-mudahan kami bisa menang dari Korea,” kata Ricky.

(Gatot Widakdo dari Makau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau