Liga europa

MU dan Manchester City Menjaga Gengsi

Kompas.com - 16/02/2012, 03:42 WIB

Paris, Rabu - Manchester United dan Manchester City akan membuktikan siapa yang terbaik di antara mereka di ajang Liga Europa. Pada laga babak 32 besar putaran pertama, Kamis (16/2), MU bertandang ke kandang Ajax Amsterdam di Stadion Amsterdam Arena, sedangkan City bertandang ke kandang Porto, sang juara bertahan di Stadion Dragao.

Kedua klub akan berjuang keras menjadi kampiun Liga Europa untuk menjaga gengsi sebagai klub papan atas Liga Inggris setelah keduanya tersungkur di Liga Champions. Pada penyisihan grup, MU terpuruk di peringkat ketiga di bawah Benfica dan FC Basel, sementara City juga kandas di posisi ketiga di bawah Bayern Munechen dan Napoli.

Pelatih City Roberto Mancini mengungkapkan, ia akan menurunkan pemain-pemain pilihan untuk menghadapi Porto yang penampilannya terus membaik di liga domestik dan level Eropa.

Bagi Mancini, merebut trofi Liga Inggris tetap menjadi tujuan utama. Namun, menggenggam trofi Liga Europa juga target penting City setelah impian menjadi kampiun Piala FA dan Liga Champions buyar.

”Saya sedang merancang sebuah tim yang kuat menghadapi tim besar seperti Porto. Kami ingin meraih juara Liga Europa karena gelar ini penting,” kata Mancini. City sangat haus gelar juara di kompetisi Eropa. Terakhir City menjuarai Piala Winners tahun 1970.

MU siap

Sementara itu, MU akan menurunkan skuad terbaiknya untuk menghadapi Ajax, klub yang empat kali juara Liga Champions (1971, 1972, 1973) dan terakhir tahun 1995. Pelatih MU Alex Ferguson memercayakan serangan dari sayap kepada Nani dan lini belakang kepada Phil Jones setelah keduanya sembuh dari cedera. MU beruntung karena pada akhir pekan ini mereka tak punya jadwal bertanding.

”Sesuatu yang paling menyenangkan pada pertandingan melawan Ajax adalah tidak ada pertandingan yang kami lakukan hari Sabtu. Jadi, saya bisa menurunkan pemain-pemain terbaik,” katanya. Ferguson yakin anak asuhnya akan tampil maksimal saat menghadapi Ajax.

Ferguson berambisi merebut trofi Liga Europa untuk melengkapi koleksi piala MU. Sebelumnya Ferguson sukses mengantar MU meraih Piala Winners tahun 1991 dan dua trofi Liga Champions. Setelah 55 tahun MU malang melintang di Eropa, baru kali ini MU bertemu dengan Ajax. (AFP/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau