Paris, Rabu -
Kedua klub akan berjuang keras menjadi kampiun Liga Europa untuk menjaga gengsi sebagai klub papan atas Liga Inggris setelah keduanya tersungkur di Liga Champions. Pada penyisihan grup, MU terpuruk di peringkat ketiga di bawah Benfica dan FC Basel, sementara City juga kandas di posisi ketiga di bawah Bayern Munechen dan Napoli.
Pelatih City Roberto Mancini mengungkapkan, ia akan menurunkan pemain-pemain pilihan untuk menghadapi Porto yang penampilannya terus membaik di liga domestik dan level Eropa.
Bagi Mancini, merebut trofi Liga Inggris tetap menjadi tujuan utama. Namun, menggenggam trofi Liga Europa juga target penting City setelah impian menjadi kampiun Piala FA dan Liga Champions buyar.
”Saya sedang merancang sebuah tim yang kuat menghadapi tim besar seperti Porto. Kami ingin meraih juara Liga Europa karena gelar ini penting,” kata Mancini. City sangat haus gelar juara di kompetisi Eropa. Terakhir City menjuarai Piala Winners tahun 1970.
Sementara itu, MU akan menurunkan skuad terbaiknya untuk menghadapi Ajax, klub yang empat kali juara Liga Champions (1971, 1972, 1973) dan terakhir tahun 1995. Pelatih MU Alex Ferguson memercayakan serangan dari sayap kepada Nani dan lini belakang kepada Phil Jones setelah keduanya sembuh dari cedera. MU beruntung karena pada akhir pekan ini mereka tak punya jadwal bertanding.
”Sesuatu yang paling menyenangkan pada pertandingan melawan Ajax adalah tidak ada pertandingan yang kami lakukan hari Sabtu. Jadi, saya bisa menurunkan pemain-pemain terbaik,” katanya. Ferguson yakin anak asuhnya akan tampil maksimal saat menghadapi Ajax.
Ferguson berambisi merebut trofi Liga Europa untuk melengkapi koleksi piala MU. Sebelumnya Ferguson sukses mengantar MU meraih Piala Winners tahun 1991 dan dua trofi Liga Champions. Setelah 55 tahun MU malang melintang di Eropa, baru kali ini MU bertemu dengan Ajax.