Status Janda Bikin Titi DJ Sulit Bersaing

Kompas.com - 16/02/2012, 07:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Titi DJ kembali menerima penyataan pahit dalam kehidupannya. Pernikahannya yang ketiga bersama musisi rock Noviar Rachmansyah atau akrab disapa Ovie berakhir dengan perceraian. Kepercayaan dirinya pun lenyap. Ia merasa tidak ada yang berminat menjalin hubungan asmara dengannya.

"Mana ada yang mau juga sih sama emak-emak, statusnya janda anak empat lagi. Jadi, makin sulit persaingan," selorohnya saat ditemui di Umbra Cafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Titi DJ memang belum terpikir untuk kembali menjalin hubungan asmara dengan seorang pria. Saat ini, yang ada di kepalanya hanyalah mengurusi keempat anaknya. Mereka membutuhkan perhatiannya sebagai orangtua. "Belumlah, saya sekarang konsentrasi mengurus anak," ucapnya.

Perjalanan cinta personel Tiga Diva itu memang tidak semulus jalan tol. Sepanjang hidupnya, ia telah menikah sebanyak tiga kali. Pertama, ia menikah dengan aktor ganteng Bucek Deep. Dari pernikahannya itu, ia melahirkan tiga anak.

Pernikahan dengan Andrew Hollis Dougharty menghasilkan seorang putri cantik. Sementara itu, Titi sama sekali belum dikaruniai anak saat menikah dengan Ovie. Namun, dalam pernikahan tersebut, mereka merawat dan membesarkan enam anak dari pernikahan terdahulu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau