Foke: Permukiman Kali Sunter Tak Banjir Lagi

Kompas.com - 16/02/2012, 09:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Fauzi Bowo memberikan jaminan bahwa permukiman di sekitar Kali Sunter akan bebas banjir dua atau tiga tahun lagi. Saat ini Pemprov DKI berencana membangun waduk di kawasan bandara Halim Perdana Kusuma.

"Saya belum bisa pastikan pembangunan waduk ini, tahun ini atau 2013. Tetapi dua atau tiga tahun ke depan, Kali Sunter akan aman dari banjir. Kawasan Universitas Borobudur hingga Kecamatan Makassar tidak terkena banjir lagi," kata pria yang biasa disapa Foke ini, Rabu (15/2/2012).

Dikatakan Foke, pihaknya akan membangun tiga waduk dari rencana awal enam waduk di atas lahan seluas 100 hektar. Menurut dia, hingga saat ini tahapan perencanaan pembangunan serta detail dasar pembangunan tiga waduk tersebut sudah mendekati final dan diharapkan tiga waduk tersebut dapat mengendalikan luapan air di Kali Sunter hulu dan kali Cipinang.

"Pembangunan tiga waduk ini segera dilaksanakan, karena Pemprov DKI dan TNI AU sudah menandatangani nota kesepahaman pembangunan fisik waduk pada tahun lalu," katanya.

Pembangunan fisik untuk satu waduk membutuhkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Sehingga pembangunan tiga waduk membutuhkan dana sebesar Rp 30 miliar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau