Berburu Kain Tradisional di JCC

Kompas.com - 16/02/2012, 11:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika Anda penggemar batik dan tenun, maka jangan lewatkan kesempatan untuk berburu aneka produk kain maupun busana dari kain batik dan kain tenun di Adi Wastra Indonesia 2012.  Di pameran tersebut, berbagai kain tradisional unggulan nusantara dapat Anda temukan.

Pameran yang telah memasuki tahun kelima tersebut bertempat di Jakarta Convention Center (JCC). Tepatnya di Hall A & B Balai Sidang Jakarta. Ada lebih dari 200 peserta pameran yang menampilkan aneka kain dan produk busana menggunakan kain tradisional seperti batik, tenun, songket, bordir dan sulam, jumputan, dan sebagainya.

Selain berbelanja, Anda pun bisa mengenal keragaman kreasi batik dan tenun Nusantara. Anda tak hanya akan menemukan batik dari kota-kota sentra batik seperti  Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Pekalongan. Namun tengoklah batik Cirebon, Tasikmalaya, Banten, sampai Sumatera Barat.

Anda juga dapat membeli kain tenun maupun kain ikat. Ada dari Bima (Nusa Tenggara Barat), Bali, Halmahera Utara (Maluku Utara), sampai tenun Ulos khas Sumatera Utara, tenun Garut, dan tenun Baduy. Semua dengan corak khas masing-masing serta teknik penenunan yang berbeda-beda.

Penasaran dengan cara pembuatan tenun? Anda bisa mampir ke bagian pameran di Hall A. Di sana Anda akan bertemu Alfonsa Horeng, perempuan penenun yang juga disebut-sebut sebagai budayawan pelestari kain tenun ikat Flores

"Kalau tenun Flores, tubuh berperan, tak hanya kaki dan tangan, tapi juga seluruh tubuh. Beda dengan alat tenun lain," tutur Alfonsa sambil memperagakan cara menenun kain tenun Flores.

Alfonsa menuturkan kain tenun Flores bukan sekedar barang kerajinan namun sebuah budaya. Ia menuturkan masyarakat Flores menggunakan kain tenun sejak kelahiran sampai kematian. Sehingga kain menjadi bagian dari tradisi. Selain itu, setiap daerah di Flores memiliki motif yang berbeda-beda.

"Acuan motif dari masing-masing daerah di Flores. Tidak bisa kita memakai bawahan dengan motif dari desa A, tapi atasan dari desa B. Kalau motif pakai desa A, berarti saat jalan kita akan disapa dengan bahasa dari desa A itu," jelasnya.

Jangan pula melewatkan kesempatan melihat koleksi kain-kain nusantara dari Museum Tekstil Jakarta. Koleksi kain milik Hartono Sumarsono dari berbagai penjuru Indonesia juga dapat Anda lihat di Adiwastra Indonesia 2012.

Anda juga dapat melihat Batik Amerika dengan motif koboi sampai bison khas Amerika. Penasaran seperti apa? Mampir saja ke JCC mulai dari tanggal 15-19 Februari 2012. Tiket masuk pengunjung sebesar Rp 10.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau