Whitney Houston Seorang Lesbian?

Kompas.com - 16/02/2012, 18:59 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com Di tengah keingintahuan publik untuk mengetahui penyebab kematian diva pop Whitney Houston, sebuah misteri yang tak kalah panas menyeruak. Pelantun "I Will Always Love You" itu disebut-sebut memiliki kehidupan seksual yang misterius.  

Ia dikabarkan memiliki hubungan rahasia dengan mantan asisten perempuannya. Aktivis hak-hak gay, Peter Tatchell, kini mulai berani mengungkapkan hal itu.

"Sangat penting untuk mengatakan kebenaran tentang aspek kehidupannya," ujar Tatchell kepada Daily Star. "Ya, Whitney sangat bahagia dan merasakan puncaknya pada tahun 1980-an saat bersama rekan perempuannya. Mereka saling mencintai dalam suka dan duka," ungkapnya.

"Mungkin karena ketidakmampuannya menerima dan mengekspresikan cintanya kepada sesama jenis, hal itu memberi kontribusi terhadap penyalahgunaan zat terlarang," lanjut Tachell.    
 
Tachell menilai pernikahannya dengan Bobby Brown tak lain untuk menutupi rumor yang sempat berkembang. "Dia terpaksa menikah dengan Bobby Brown. Itu menjadi bencana. Kehidupannya mulai turun setelah itu," urainya.

Juru kampanye yang bermarkas di Inggris itu tak menyebut identitas kekasih Houston itu. Namun menurut sumber lain, perempuan yang dimaksud tak lain adalah Robyn Crawford.

Houston dan Robyn telah saling mengenal sejak Houston berusia 16 tahun, ketika keduanya menjadi siswi Monmouth College. Robyn kemudian keluar dari sekolah itu dan memilih menjadi seorang penyanyi.

Kepergian Houston menjadi berita duka yang sangat dalam bagi Robyn. Beberapa saat setelah kematian Houston, Sabtu (11/2/2012), Robyn menumpahkan perasaannya untuk Houston yang dimuat sebuah majalah AS.

Dalam tulisannya, Robyn mengakui pertemuan pertama ketika ia berusia 16 tahun. Dari pertemuan itulah, ia langsung tahu bahwa Whitney adalah orang yang spesial. "Dia adalah model. Dia memiliki warna kulit yang sangat bagus dan belum pernah saya temui di New Jersey. Aku tidak percaya bahwa aku tidak akan pernah memeluknya dan mendengar tawanya lagi," tulis Robyn.

Kabar mengenai orientasi seksual Houston dibenarkan saudara iparnya, Tina Brown, dan mantan bodyguard-nya, Kevin Ammons.   

Tak cuma itu, Bobby Brown, suaminya, juga sempat mengisyaratkan hal itu. Dalam biografi yang ditulisnya, Bobby membeberkan bahwa pernikahannya telah hancur dari awal. "Saya pikir kami menikah untuk sebuah alasan yang salah. Sekarang, saya menyadari bahwa Whitney memiliki agenda yang berbeda dari yang saya lakukan ketika kami menikah."

"Saya yakin agendanya adalah untuk membersihkan citranya," tulis Bobby.

Kevin Ammons bahkan menguatkan isyarat itu. Ia mengklaim pernah melihat Robyn menampar Whitney saat melihat dia main mata dengan laki-laki, dan sangat marah ketika ia berjanji untuk menikah dengan Brown.

Untuk menutupi rahasia hidupnya, Ammons bahkan menyebutkan Houston telah membayar mantan juru bicaranya, Regina Brown, untuk tidak membeberkan kehidupan cintanya dengan Robyn.

Hal itu sebenarnya sudah pernah dibantah Houston pada tahun 2000. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, "Saya ini seorang ibu, jadi bukan lesbian. Saya bukan pencinta sesama jenis," bantahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau