Mayat di Jatipadang Bernama Mardiah

Kompas.com - 16/02/2012, 22:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kepolisian akhirnya mengungkapkan identitas jasad wanita tanpa busana yang ditemukan di Jatipadang, Rabu (15/2/2012). Identitas jasad yang ditemukan di selokan kebun itu terungkap setelah adanya pengakuan dari salah seorang anggota keluarga.

Kanit Reskrim Polsek Metro Pasar Minggu Ajun Komisaris Anggara SW kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/2/2012), mengatakan, seorang pria bernama Saefudin (41) mengaku kepada pihak kepolisian. Korban diketahui bernama Mardiah (67), yang tinggal tak jauh dari lokasi penemuan.

Saefudin mengungkapkan, ibunya telah meninggalkan kediaman mereka sejak Rabu dini hari atau sebelum penemuan jenazah itu. "Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki kelainan jiwa dan suka mandi," tutur Angga.

Kepada petugas, Saefudin mengaku, setelah mengetahui ibundanya hilang, ia sempat mencari ke sejumlah tempat, di antaranya dinas sosial di Cipayung dan Radio Dalam. "Akhirnya keluarga datang ke Polsek Pasar Minggu dan memastikan korban adalah ibunya," ujarnya.

Menurut keterangan putra ketiga korban, korban pergi tanpa pamit dengan mengenakan daster merah bercorak batik, bercelana dalam coklat, tanpa BH. "Menurut keterangan anaknya, almarhum suka mandi dan rajin shalat. Pada saat ingin mandi dan shalat inilah dimungkinkan terjatuh," kata Angga.

Sebelumnya, seorang pemulung menemukan jasad seorang wanita tanpa busana di sebuah selokan di RT 03 RW 06, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2012) pagi. Jasad perempuan setengah baya berambut pendek itu tak dikenali warga sekitar yang berkerumun di lokasi penemuan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau