Capres

PKB Juga Terbuka Calon dari Luar Partai

Kompas.com - 17/02/2012, 08:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai politik bagaikan perahu yang mengantarkan calon pemimpin nasional. Karena itu, untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014, partai perlu mempertimbangkan tokoh dari luar partai, di samping juga mengutamakan kader sendiri.

Semangat itu disampaikan anggota Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andy M Ramli, di Jakarta, Kamis kemarin. PKB belum sampai menyebut nama tokoh, tetapi sudah mulai membicarakan kriteria yang cocok untuk pemimpin nasional bangsa Indonesia mendatang.

”Dengan membuka diri pada calon-calon dari luar, partai akan memperoleh lebih banyak alternatif tokoh yang bisa memimpin bangsa Indonesia ke depan,” katanya.

Andy M Ramli menjelaskan, PKB tak membatasi calon harus dari partai. ”Jika memang punya kapasitas untuk menjadi pemimpin nasional ke depan, kenapa tidak tokoh-tokoh dari luar partai? Partai hanya menjadi jembatan atau perahu untuk mengantarkan calon pemimpin,” katanya.

Pengajuan calon dari luar partai menunjukkan, komitmen PKB adalah pada kebangsaan, bukan pada kepartaian. Tokoh-tokoh itu bisa bersumber dari mana saja, terutama tokoh masyarakat. Bisa jadi calon itu pernah aktif sebagai tokoh di partai, tetapi kemudian memilih lebih independen.

”Kami terus melihat perkembangan dan siap berkoalisi dengan partai lain,” katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau