Mengapa Istri Menolak Seks?

Kompas.com - 17/02/2012, 10:08 WIB

 

TANYA :

Prof, saya seorang lelaki yang sudah menikah. Aktivitas saya di tempat kerja lebih banyak duduk (supervisi jaringan). Gairah seksual saya menggebu-gebu dan gampang terpicu. Sedikit melihat wanita langsung terangsang. Kalau sudah begitu, saya berfantasi menggauli wanita tersebut. Sementara itu, istri ogah-ogahan bahkan tidak mau melayani kebutuhan biologis saya karena alasan capek (sama-sama kerja). Pertanyaan: 1. Apa akibat psikologis yang terjadi bila keadaan saya terus begini? 2. Solusi apa yang tepat untuk mengatasi hal tersebut di atas? Terima kasih atas jawabannya. 

(Tetuko, 38, Bondowoso)

 

JAWAB :

Saya pikir, hal yang mutlak harus Anda lakukan adalah mengetahui dengan pasti mengapa istri tidak mau melakukan hubungan seksual. Apakah benar alasannya itu? Tampaknya kalau alasan "capek", tidak mungkin terus-menerus. Bukankah ada waktu istirahat, paling tidak dalam seminggu?

Andaikata benar istri sangat capek, berarti ada sesuatu kondisi kesehatan yang membuat dia begitu. Tentu saja, keadaan seperti ini harus diatasi, tidak boleh dibiarkan. Anda harus berusaha mengetahui, apakah mungkin penolakannya disebabkan karena selama ini istri tidak menikmati hubungan seksualnya?

Kalau ini benar, maka keadaan ini harus segera diatasi. Harus segera diketahui mengapa istri sampai tidak dapat menikmati. Apakah mungkin karena fungsi seksual Anda tidak normal tanpa Anda sadari?

Mengenai fantasi seksual yang Anda lakukan, sebenarnya bukan masalah, dan tidak akan menimbulkan akibat buruk. Bukan tidak mungkin itu terjadi karena hubungan seksual dengan istri terhambat. Jadi penolakan istrilah yang harus diatasi lebih dulu. Saya yakin penolakan itu terjadi karena istri tidak dapat menikmati kehidupan seksual selama ini.
 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau