Mencintai Itu Menyehatkan

Kompas.com - 17/02/2012, 11:50 WIB

Kompas.com - Bulan Februari sering dianggap sebagai bulan yang penuh cinta. Mungkin karena di bulan ini terdapat hari kasih sayang alias Valentine. Walau tak semua orang setuju dengan perayaan valentine, tetapi tak ada salahnya mengingat hubungan penuh cinta yang kita miliki. Cinta yang nyata dan membahagiakan.

Cinta bukan hanya membuat hidup lebih bahagia tapi juga menyehatkan dan membuat panjang umur. Faktor lain yang menguatkan perasaan ini antara lain memiliki dukungan dari teman, pekerjaan yang diandalkan, serta keluarga.

"Saya percaya setiap manusia membutuhkan cinta dan hubungan dengan orang di sekitarnya sama pentingnya seperti manusia membutuhkan udara, makanan dan air," kata Dr.Dean Ornish, editor kesehatan dari Huffington Post.

Secara ilmiah bahkan sudah dibuktikan bahwa orang yang kesepian, terasing, dan depresi lebih rentan sakit dan meninggal lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki cinta, teman yang bisa diandalkan, dan dukungan orang lain.

Bukan hanya itu, penelitian yang dilakukan tim dari University of Pittsburgh juga menunjukkan wanita yang memiliki kehidupan perkawinan yang membahagiakan lebih kecil risikonya untuk menderita penyakit kardiovaskular dibanding dengan wanita yang menjalani hubungan yang menyebabkan stres.

Sementara itu penelitian dari Universitas Cardiff menunjukkan manfaat dari perkawinan yang penuh cinta. Wanita yang pernikahannya bahagia sebagian besar memiliki kesehatan mental yang baik, sementara pada pria efeknya lebih pada fisik.

Meningkatnya kesehatan fisik para pria menikah itu mungkin disebabkan oleh pengaruh pasangan mereka, baik dalam pola makan atau mengunjungi dokter saat penyakitnya belum berkembang serius.

Ornish juga mengatakan komitmen yang kuat dengan pasangan akan memberikan rasa saling percaya antar keduanya. Hal ini berdampak pada timbulnya rasa aman. Ketika kita merasa aman, kita bisa membuka hati kita seutuhnya pada orang lain, baik secara fisik, emosional, dan spiritual.

"Saat hati kita terbuka penuh kita bisa merasakan manfaat dari keintiman yang menyembuhkan, membahagiakan, memberi kekuatan dan mendatangkan kreativitas," katanya.

Dukungan emosional dari pasangan serta status finansial yang stabil juga disebut para ahli berpengaruh pada usia harapan hidup yang lebih tinggi.

Mereka juga menyatakan orang yang terikat pada satu hubungan yang saling mendukung dan penuh cinta cenderung lebih jarang mengalami kecanduan alkohol atau narkoba. Risiko mengalami depresi juga rendah.

Jadi, jangan remehkan the Power of Love.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau