LIVERPOOL, KOMPAS.com - Penyerang Liverpool, Luis Suarez, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada fans Liverpool, fans mantan klubnya, Ajax Amsterdam, dan dukungan dari negeranya, Uruguay, atas kasus rasisme yang menjeratnya.
Pemain timnas Uruguay ini mendapat kritik yang pedas usai menolak berjabat tangan dengan bek Manchester United, Patrice Evra, pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (11/2/2012). Hal itu terjadi setelah Oktober silam, dia terlibat kasus rasisme dengan Evra, yang membuatnya dihukum selama delapan pertandingan dan denda 40.000 poundsterling.
Atas kasus tersebut, tidak hanya kritik yang ia dapat, tapi dukungan pun berhasil ia kumpulkan. Pada Kamis malam di Copa Libertadores, fans Ajax menyanyikan lagu untuk Suarez dan memasang spanduk untuk mendukung pemain tersebut.
"Cuci mulutmu Ferguson, sebelum bicara soal Suarez" dan "Suarez berasal dari Nasional. Evra dari (saingan berat) Penarol" begitulah beberapa spanduk yang dibawa oleh fans Ajax untuk mendukung Suarez.
Oleh karena itu, Suarez mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang mendukungnya.
"Aku ingin mengatakan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh fans Liverpool, fans Ajax atas apa yang mereka lakukan, pemain dan pelatih timnas Uruguay atas dukungan besar yang mereka berikan," ujar Suarez melalui akun Twitternya.
"Sejuta terima kasih untuk semua orang," celoteh Suarez lewat akun twitternya seperti dilansir dari Goal, Jumat (17/2/2012).
Selain dari para fans, Suarez juga mendapatkan dukungan dari Presiden Uruguay, Jose Mujica. Ia mengatakan bahwa Suarez adalah pemain yang luar biasa di lapangan. Bahkan, ia menegaskan, Suarez tidak akan pernah menjadi rasis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang