Mediasi Korban dan Habib H Temui Jalan Buntu

Kompas.com - 17/02/2012, 19:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Front Pembela Islam melakukan mediasi antara 11 korban dan Habib H yang diduga melakukan pencabulan. Namun, mediasi ini akhirnya tidak menemukan kesepakatan apa pun sampai akhirnya para korban melapor ke Polda Metro Jaya pada 2008.

"Untuk kasus habib yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap murid-muridnya, kami, FPI, sudah menerima keluhan dan membantu melakukan mediasi antara korban dan pelaku. Namun, mediasi itu menemui kegagalan," ujar Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Al-Athas atau Habib Selon, Jumat (17/2/2012), saat dijumpai di Mapolda Metro Jaya.

Kegagalan mediasi itu, diakui Selon, terjadi karena ada kesalahpahaman. "Kayaknya saling salah informasi. Belum terjadi hal yang nyata berbuat, malah sudah dibilang berbuat," ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa FPI mendorong kasus ini diproses sesegera mungkin. "Makanya, FPI dorong siapa pun, mau dia habib, kyai, ulama, yang berbuat salah dihukum, ya, dihukum, jangan dibiarkan. FPI desak Kapolda agar habib segera diperiksa," kata Selon.

Diberitakan sebelumnya, Habib H yang merupakan pimpinan majelis dzikir dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pelecehan seksual terhadap 11 orang laki-laki. Pelecehan terjadi sejak tahun 2006-2011. Saat itu, sebanyak tujuh orang di antaranya merupakan anak di bawah umur. Habib H dinilai sudah melakukan pelecehan dengan modus terapi kesehatan terhadap para korbannya. Selain itu, para korban juga melaporkan percakapan antara mereka dan Habib H yang dinilai mengandung unsur pelecehan seksual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau