Kualifikasi piala thomas zona asia

Tim Thomas Indonesia Puas meski Hanya Peringkat Ketiga

Kompas.com - 19/02/2012, 00:37 WIB

MAKAU, Kompas.com - Tim Piala Thomas Indonesia puas meski hanya menempati peringkat ketiga kualifikasi Piala Thomas zona Asia, usai menang 3-2 atas Malaysia, Sabtu (18/2/12), di Macau Forum, Makau. Pasalnya, hal terpenting adalah bahwa pasukan Garuda sudah meraih tiket menuju putaran final turnamen tersebut yang akan berlangsung di Wuhan, China, pada bulan Mei mendatang.

"Itulah apa yang bisa kami lakukan. Jadi, kami harus puas dengan itu. Tujuan utama kami di sini adalah berhasil lolos ke putaran final di Wuhan," ujar pemain tunggal putra Indonesia, Simon Santoso.

Pada partai perebutan peringkat tiga ini, Simon, yang tampil sebagai tunggal pertama, mengundurkan diri. Saat tertinggal 2-7 dari Daren Liew, Simon memutuskan untuk berhenti bermain karena mengalami gangguan pada engkel.

"Apa yang penting adalah kami harus bertarung lagi dalam pertandingan di Wuhan. Perjalanan ini masih panjang," ujar pemain peringkat 10 dunia tersebut.

Pandangan serupa juga dilontarkan pemain ganda putra, Alvent Yulianto Chandra. Menurutnya, pekerjaan terpenting di kualifikasi ini adalah memastikan diri lolos ke putaran final.

"Sebagai sebuah tim saya merasa puas karena yang terpenting bagi Indonesia adalah lolos ke putaran final. Peringkat tidak penting," ujarnya.

Namun secara pribadi, Alvent merasa tidak terlalu puas dengan performanya dalam laga tersebut. Pasalnya, bersama Hendra Aprida Gunawan, mereka menyerah 14-21, 18-21 dari ganda Malaysia, Goh V Shem/Hoon Thien How, yang membuat Indonesia sempat tertinggal 0-2. Beruntung, pada tiga partai terakhir bisa dimenangkan para pemain Indonesia.

Meskipun demikian, Malaysia sebenarnya sangat tidak serius menghadapi partai perebutan peringkat ketiga ini. Buktinya, mereka justru memainkan pebulutangkis spesialis nomor ganda, Koo Kien Keat, sebagai tunggal ketiga untuk melawan Dionysius Hayom Rumbaka. Bisa ditebak, Hayom dengan mudah meraih kemenangan 21-8, 21-9, untuk memastikan Indonesia menang 3-2.

Manajer tim Malaysia, Dato Syed Abu Bakar, yang juga tidak menurunkan pemain peringkat satu dunia Lee Chong Wei, mengatakan bahwa pada kesempatan ini mereka ingin memainkan para pemain yang jarang dapat kesempatan tampil di turnamen internasional. Karena itu, Daren dan Arif (Mohamad Arif Abdul Latif) mendapatkan kesempatan tersebut - Arif kalah 15-21, 7-21 dari Tommy Sugiarto.

Mengenai Koo, dia mengatakan bahwa hal itu bukanlah sebuah kejutan. Pasalnya, ketika masih junior Koo adalah seorang pemain tunggal.

"Kami hanya membawa 10 pemain ke sini dan Koo pernah menjadi pemain tunggal, sehingga tidak masalah jika kami memutuskan untuk memainkannya," jelas Abu Bakar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau