MAKAU, Kompas.com - Tim Piala Thomas Indonesia puas meski hanya menempati peringkat ketiga kualifikasi Piala Thomas zona Asia, usai menang 3-2 atas Malaysia, Sabtu (18/2/12), di Macau Forum, Makau. Pasalnya, hal terpenting adalah bahwa pasukan Garuda sudah meraih tiket menuju putaran final turnamen tersebut yang akan berlangsung di Wuhan, China, pada bulan Mei mendatang.
"Itulah apa yang bisa kami lakukan. Jadi, kami harus puas dengan itu. Tujuan utama kami di sini adalah berhasil lolos ke putaran final di Wuhan," ujar pemain tunggal putra Indonesia, Simon Santoso.
Pada partai perebutan peringkat tiga ini, Simon, yang tampil sebagai tunggal pertama, mengundurkan diri. Saat tertinggal 2-7 dari Daren Liew, Simon memutuskan untuk berhenti bermain karena mengalami gangguan pada engkel.
"Apa yang penting adalah kami harus bertarung lagi dalam pertandingan di Wuhan. Perjalanan ini masih panjang," ujar pemain peringkat 10 dunia tersebut.
Pandangan serupa juga dilontarkan pemain ganda putra, Alvent Yulianto Chandra. Menurutnya, pekerjaan terpenting di kualifikasi ini adalah memastikan diri lolos ke putaran final.
"Sebagai sebuah tim saya merasa puas karena yang terpenting bagi Indonesia adalah lolos ke putaran final. Peringkat tidak penting," ujarnya.
Namun secara pribadi, Alvent merasa tidak terlalu puas dengan performanya dalam laga tersebut. Pasalnya, bersama Hendra Aprida Gunawan, mereka menyerah 14-21, 18-21 dari ganda Malaysia, Goh V Shem/Hoon Thien How, yang membuat Indonesia sempat tertinggal 0-2. Beruntung, pada tiga partai terakhir bisa dimenangkan para pemain Indonesia.
Meskipun demikian, Malaysia sebenarnya sangat tidak serius menghadapi partai perebutan peringkat ketiga ini. Buktinya, mereka justru memainkan pebulutangkis spesialis nomor ganda, Koo Kien Keat, sebagai tunggal ketiga untuk melawan Dionysius Hayom Rumbaka. Bisa ditebak, Hayom dengan mudah meraih kemenangan 21-8, 21-9, untuk memastikan Indonesia menang 3-2.
Manajer tim Malaysia, Dato Syed Abu Bakar, yang juga tidak menurunkan pemain peringkat satu dunia Lee Chong Wei, mengatakan bahwa pada kesempatan ini mereka ingin memainkan para pemain yang jarang dapat kesempatan tampil di turnamen internasional. Karena itu, Daren dan Arif (Mohamad Arif Abdul Latif) mendapatkan kesempatan tersebut - Arif kalah 15-21, 7-21 dari Tommy Sugiarto.
Mengenai Koo, dia mengatakan bahwa hal itu bukanlah sebuah kejutan. Pasalnya, ketika masih junior Koo adalah seorang pemain tunggal.
"Kami hanya membawa 10 pemain ke sini dan Koo pernah menjadi pemain tunggal, sehingga tidak masalah jika kami memutuskan untuk memainkannya," jelas Abu Bakar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang