Piala fa

Wenger: Arsenal Sudah Berusaha Sebaik Mungkin

Kompas.com - 19/02/2012, 06:28 WIB

SUNDERLAND, KOMPAS.com - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menilai anak didiknya sudah berusaha sebaik mungkin untuk memenangi duel putaran kelima Piala FA melawan Sunderland, di Stadium of Light, Sabtu (18/2/2012). Bahwa akhirnya Arsenal kalah 0-2, Wenger mengaku terbuka terhadap kritik.

Pertandingan itu adalah laga pertama Arsenal sejak dikalahkan AC Milan 0-4, pada leg pertama 16 besar Liga Champions, di San Siro, Rabu (15/2/2012).

Kemenangan Sunderland ditentukan oleh gol Kieran Richardson pada menit ke-40 dan bunuh diri Alex Oxlade-Chamberlain pada menit ke-78.

Delapan menit sebelum gol Richardson, Robin van Persie terjatuh di kotak penalti, akibat usaha John O'Shea merebut bola. Namun, wasit Howard Webb menilai tekel itu bersih.

"Kami menunjukkan komitmen dalam penampilan tadi dan mengeluarkan semua kekuatan yang masih kami miliki. Tadi adalah pertandingan yang sulit. Jadwal pertandingan tidak menguntungkan kami, karena kami memainkan laga tandang di Liga Champions dan langsung kembali melakoni laga tandang, di lapangan yang sangat sulit," ujar Wenger.

"Kami berjuang keras hari ini. Saya merasa, kami sedikit tidak beruntung, karena kami seratus persen berhak mendapat penalti dan kemudian tembakan pertama Sunderland membuahkan gol."

"Kemudian, kami harus mengejar ketertinggalan dan mengambil risiko dan kami terperangkap serangan balik yang berujung gol kedua (Sunderland). Kami mendominasi penguasaan bola, tetapi tak menciptakan banyak peluang, yang terjadi karena Sunderland bertahan dengan sangat baik."

"Kami harus menerima kritik, tetap bersatu, dan menghadapi kritik-kritik itu. Dalam pekerjaan kami, hanya ada satu cara menanggapi kritik itu, yaitu tetap bersatu, berjuang, dan fokus kepada pertandingan terdekat," tuturnya.

Arsenal akan melakoni leg kedua 16 besar Liga Championd, di Emirates, 6 Maret mendatang. Sebelum itu, mereka punya jadwal pertandingan Premier League melawan Tottenham Hotspur dan Liverpool.

Tottenham saat ini duduk di peringkat ketiga Premier League dengan 53 poin. Mereka kalah lima angka dari Manchester United di tempat kedua dan delapan angka dari penguasa sementara, Manchester City.

Adapun Arsenal ada di tempat keempat dengan 43 poin, sama dengan koleksi poin Chelsea yang ada di peringkat keempat. Dari Liverpool yang duduk di tempat ketujuh, Arsenal unggul empat angka.

Mengingat kompetisi yang masih melibatkan Arsenal adalah Liga Champions dan Premier League, sejumlah kalangan menilai sasaran yang paling mungkin diraih Arsenal adalah finis di zona Champions. Namun, Wenger menilai terlalu dini memberikan penilaian soal posisi akhir Arsenal di kedua kompetisi itu.

"Terlalu dini mengatakan seberapa besar peluang kami dan apa yang akan kami lakukan. Mari fokus kepada pertandingan berikutnya dan berjuang, sekalipun hanya ada peluang kecil (masuk delapan besar) Liga Champions. Kami punya pertandingan penting Sabtu mendatang (melawan Tottenham). Tiga pemain kami cedera (pada laga melawan Sunderlan) dan kami mulai kekurangan sumber daya manusia," ulas Wenger.

Tiga pemain yang dimaksud Wenger adalah Sebastien Squillaci, Francis Coquelin, dan Aaron Ramsey. Belum ada pengumuman resmi dari Arsenal soal berapa lama masa pemulihan yang diperlukan ketiga pemain tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau