BOGOR, KOMPAS.com - Ambruknya jembatan bambu di atas Sungai Cihideung, Kabupaten Bogor, dengan korban yang belum ditemukan karena terseret arus, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor. Pemerintah mengaku akan memberi santunan kepada keluarga korban.
"Sudah menjadi keharusan saya untuk menyantuni. Pasti, kalaupun korban sudah ditemukan, kewajiban saya untuk beri santunan. Yang paling penting dibantu untuk keringanan," ujar Bupati Bogor Rachmat Yasin usai menjenguk keluarga korban di lokasi, Minggu (19/2/2012).
Dari jumlah korban yang belum ditemukan, kebanyakan adalah warga Kampung Cibanteng Pabuaran, Desa Cibanteng, Ciampea, Kabupaten Bogor.
Saat ini Tim SAR dan instansi lain terus melakukan pencarian korban yang terbawa arus deras sungai Cihideung.
Terkait santunan kepada keluarga korban, Rachmat enggan menyebut nominalnya. Yang jelas, santunan ini untuk mengurangi beban keluarga seperti santunan untuk kematian, pemakaman, dan pengobatan. Termasuk mereka yang dirawat , biayanya akan ditanggung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang