Piala uber

Indonesia Melaju ke Putaran Final

Kompas.com - 20/02/2012, 03:04 WIB

Makau, Kompas - Setelah bersusah payah melalui babak play off, tim Uber Indonesia akhirnya memastikan lolos ke putaran final di Wuhan, China. Kepastian itu didapat setelah Indonesia mengalahkan Hongkong 4-1 pada laga terakhir babak play off kualifikasi zona Asia di Makau, Minggu (19/2).

Kemenangan atas Hongkong menempatkan Indonesia di posisi kelima zona Asia yang menjadi kuota terakhir untuk lolos ke putaran final. Untuk posisi kelima ini, sebenarnya belum otomatis langsung lolos. Poin peringkat pemain Indonesia harus diadu lagi dengan tim peringkat empat kualifikasi zona Eropa yang sampai berita ini diturunkan masih mempertandingkan laga penentuannya antara Belanda dan Rusia.

”Kami sudah menghitung, total poin kami masih lebih baik dibandingkan Belanda atau Rusia yang hari ini memperebutkan posisi ketiga dan keempat zona Eropa. Kami pun sudah mengonfirmasi ke pihak BWF dan BAC kalau kami yang lolos. Namun, pengumuman secara resmi akan mereka sampaikan setelah babak penyisihan semua zona selesai,” kata Yacob Rusdianto, Wakil Manajer Tim Thomas dan Uber.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Hadi Nazri menyebut, poin Indonesia total berjumlah 188.328, sedangkan Belanda 139.748 dan Rusia 116.044.

Pada laga melawan Hongkong kemarin, Indonesia membuka keunggulan melalui Adriyanti Firdasari yang tampil sebagai tunggal pertama. Firda menang atas Chan Hung Yun 21-17, 21-15 dalam waktu 33 menit. Maria Febe Kusumastuti menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah menaklukkan Mong Kwan Yi, 21-11, 21-10. Pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari mengunci kemenangan Indonesia setelah menghentikan perlawanan Poon Lok Yan/Tse Ying Suet, 21-18, 21-8.

Keunggulan 3-0 ini sebenarnya sudah langsung memastikan kemenangan Indonesia. Namun, sesuai aturan pertandingan, babak play off harus memainkan lima nomor. Di partai keempat, Indonesia kecolongan angka. Tunggal ketiga Lindaweni Fanetri kalah dari pemain dengan peringkat jauh lebih rendah, Cheng Ngan Yi, 21-23, 14-21. Di partai kelima, pasangan Anneke Feinya/Nitya Krishinda terlalu kuat buat pemain Hongkong. Pasangan ini menang 21-11, 21-2.

Harus dibenahi

Meski lolos ke putaran final, pengurus PBSI harus segera mengevaluasi dan membenahi performa tim dalam sisa waktu sekitar tiga bulan menjelang putaran final di Wuhan. Hasil yang diraih Firda dan kawan-kawan kali ini jauh lebih buruk daripada saat tampil di babak penyisihan di Thailand dan putaran final di Kuala Lumpur tahun 2010.

Ketika itu, Indonesia lolos ke putaran final dengan status sebagai runner-up zona Asia setelah di partai final kalah dari Korea Selatan, yang sebelumnya pada babak penyisihan grup dikalahkan Indonesia. Sementara pada putaran final di Kuala Lumpur, tim putri mampu tembus sampai babak semifinal sebelum dikandaskan China dengan angka telak 3-0.

”Kami akui kondisi sekarang tidak lebih baik daripada sebelumnya. Namun, ini juga tak lepas dari penampilan China di babak kualifikasi ini. Untuk evaluasi dan pembenahan, itu pasti kami lakukan. Kami juga tak akan menutup kemungkinan perubahan formasi tim dengan memasukkan pemain baru yang memang bagus untuk tim,” kata Yacob.

Untuk kualifikasi Piala Thomas zona Asia, tiket sudah dipastikan milik Jepang, Indonesia, dan Malaysia. Satu tiket lagi yang diperebutkan dari babak play off jatuh ke tangan Korsel. Sama dengan halnya tim Uber Indonesia, poin Korsel juga akan diadu dengan tim peringkat keempat zona Eropa, yakni antara Inggris dan Rusia. Jika dilihat dari total peringkat pemain, Korsel jauh unggul dari keduanya.

Pada partai final zona Asia kemarin, tim Thomas China menaklukkan Jepang 3-0. Kemenangan ini membalas kegagalan tim Uber China untuk menjadi yang terbaik di ajang ini setelah ditaklukkan Jepang 3-2. (Gatot Widakdo dari Makau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau