JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup menguat menyusul optimisme akan disetujuinya bailout tahap 2 Yunani serta pengumuman data makro ekonomi AS yang diatas estimasi.
Analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono melihat untuk pekan ini indeks masih akan dibayangi oleh faktor eksternal. "Disisi lain, investor juga mulai melakukan antisipasi dan mencermati emiten-emiten yang mengumumkan laporan kinerja 2011," sebutnya.
Ia memperkirakan pada perdagangan hari ini, Senin (20/2/2012) indeks akan bergerak flutuatif dengan kecenderungan menguat. "Perlu diperhatikan meski indeks sempat tertekan, akan tetapi kami mencatat aliran dana asing (foreign net buy) masih terus mengalir ke pasar finansial. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.952-3.997," paparnya.
Berikut saham-saham rekomendasi pada perdagangan hari ini menurut para analis (disclamer on) :
I. PT PP (PTPP)
Emiten konstruksi pelat merah ini menargetkan mampu memperoleh kontrak baru senilai Rp 15,7 triliun di tahun ini. Proyeksi itu tumbuh 33,05 persen daripada pencapaian kontrak baru hingga 29 Desember 2011 yang senilai Rp 11,8 triliun. PTPP menargetkan pendapatan tahun ini senilai Rp 6,3 triliun atau naik 43,6 persen daripada target tahun lalu. Sedangkan laba bersihnya diproyeksikan mencapai Rp 240 miliar, tumbuh 19 persen dari target tahun lalu.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 780
Analis: Maria Renata, Mandiri Sekuritas
II. Delta Dunia Makmur (DOID)
DOID, melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, menargetkan produksi batubara di 2012 mencapai 36,4 juta-38,2 juta ton. Proyeksi itu naik 5 persen-10 persen daripada estimasi produksi 2011. Bukit Makmur akan menambah 200 unit berbagai jenis alat berat, dengan harga berkisar 100.000 dollar AS hingga 4 juta dollar AS per unit. Dana pengadaan alat berat akan masuk belanja modal 2012 senilai 300 juta dollar AS. Sumber dana berasal dari kas internal dan pinjaman.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 1.150
Analis: Joseph Pangaribuan, Samuel Sekuritas Indonesia
III. Adhi Karya (ADHI)
Tahun ini ADHI akan melunasi utang obligasi senilai Rp 500 miliar yang jatuh tempo 6 Juli nanti. Selain mengandalkan kas, ADHI akan mencari alternatif pendanaan, yakni memanfaatkan fasilitas pinjaman yang sudah ada. ADHI masih memiliki fasilitas cash loan dan noncash loan senilai total Rp 6,5 triliun. Fasilitas ini telah digunakan sekitar 55 persen. Artinya, masih ada sisa plafon pinjaman sekitar Rp 2,9 triliun. ADHI juga mempertimbangkan merilis obligasi di tahun ini.
Rekomendasi: Outperform
Target harga: Rp 1.200
Analis: Erwan Teguh, CIMB-GK Securities
IV. Kalbe Farma (KLBF)
IV. PT Kalbe Farma (KLBF)
Pencapaian laba bersih (indicative) KLBF selama 2011 bukanlah merupakan hal yang spektakuler. Diluncurkannya Kalbe e-store pada 2011 semakin mengukuhkan KLBF sebagai perusahaan dengan bisnis utama adalah distribusi dan logistik. Hal ini juga tercermin dari besarnya kontribusi divisi distribusi dan logistik terhadap pencapaian penjualan (indicative) KLBF selama 2011. Terkait dengan strategi M&A yang semula direncanakan KLBF, eTrading Securities melihat hal ini belum terealisasi. Pencapaian yang ditargetkan pada 2012 yakni pertumbuhan penjualan 15 persen-20 persen dengan tingkat margin laba usaha 15 persen-16 persen serta laba bersih per saham diperkirakan sekitar Rp 164 sampai Rp 172, merupakan target yang wajar.
Rekomendasi: Sell
Target harga: Rp 3.000
Analis: Betrand Reynaldi, eTrading Securities
V. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Diperkirakan BBRI akan berada pada support 6.450-6.600 dan resistance 6.850-6.950. BBRI membentuk spinning . Posisi masih di sekitar lower bollinger band. MACD mulai tertahan penurunannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Williams %R, dan Stochastic terlihat berupaya reversal dari area oversold.
Rekomendasi: Buy on weakness pada kisaran harga Rp 6.700-6.750
Target harga: Rp 6.950 (Cut loss bila menyentuh Rp 6.600)
Analis: Reza Priyambada, Indosurya Asset Management
(Barratut Taqiyyah/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang