Bertahan Hidup meski 2 Bulan Terkubur Salju

Kompas.com - 20/02/2012, 10:54 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Seorang pria Swedia ditemukan dalam keadaan hidup meskipun sudah terkurung di dalam sebuah mobil yang terkubur salju selama dua bulan. Selama itu dia mencoba bertahan hidup dengan makan salju sejak 19 Desember 2011 lalu.

Lelaki 45 tahun itu terjebak di dekat kota Umea di wilayah selatan Swedia dua bulan lalu. Saat itu dia tengah mengendarai mobilnya di luar jalur utama menuju hutan ketika mobilnya mogok. Pada Jumat (17/2/2012), mobil yang terkubur salju itu ditemukan oleh pengendara mobil yang kebetulan melewati jalan tersebut. Begitu melihat ada orang di dalamnya, pengendara itu menghubungi polisi dan tim medis.

Para pakar berpendapat lelaki itu mengalami kondisi semacam hibernasi di mana metabolismenya melambat. Kondisinya itulah yang menyelamatkan jiwanya. "Dia bertahan hidup seperti beruang yang mengalami hibernasi. Manusia juga bisa melakukannya," kata Dr Stefan Branth, seperti dilaporkan Reuters.

"Suhu tubuhnya kemungkinan sekitar 31 derajat Celcius. Karena temperatur yang rendah itu, tidak banyak energi yang digunakan," lanjut Branth.

Polisi belum mengetahui pasti apa yang dialami lelaki itu sehingga dia berada di tempat itu dan terkubur salju. "Dia mengaku tidak makan sejak Desember, jadi kami memperkirakan dia berada di situ sekitar bulan itu, atau bahkan mungkin lebih awal, sekitar November. Beruntung sekali dia bertahan hidup," kata polisi bernama Ebbe Nyberg kepada AFP.

Polisi tidak mengungkap identitas lelaki yang awalnya dikira pecinta alam itu yang terjebak badai salju. Namun sejumlah fakta baru menunjukkan bahwa lelaki itu mengalami depresi dan terlibat utang. Dari situ muncul dugaan lelaki itu mencoba bunuh diri.

Lelaki asal Orebro, Swedia, itu diketahui terlibat kasus hukum terkait utangnya yang mencapai 150.000 euro. Sementara menurut para tetangganya, dia baru putus dengan kekasihnya dan kehilangan kontak dengan ayah dan kerabat lainnya sejak 20 tahun lalu.

"Kami harus menunggu sampai dia sembuh untuk mengetahui yang ada di benaknya," kata Nyberg.

"Kondisinya sangat buruk saat ditemukan. Dia tidak bisa berbicara, hanya kata-kata seperti salju, makan," kata Nyberg. Ditambahkannya, korban mengaku tidak makan apapun kecuali salju sejak Desember.

Benda-benda lain yang ditemukan di dalam mobil itu adalah rokok dan buku komik. "Sungguh mengagumkan dia masih hidup, mengingat dia tidak makan sama sekali. Selain itu temperatur di luar sangat dingin apalagi setelah Hari Natal," kata seorang petugas medis yang menolongnya.

Saat ditemukan lelaki itu dalam kondisi sangat lemah. Dia mengalami hipotermia dan kekurangan gizi. "Mungkin dia hanya bisa bertahan sehari atau dua hari lagi kalau tidak segera ditemukan," kata polisi.

Selain kantung tidur tidak ada lagi sumber penghangat di dalam mobil. Bahan bakar mobil itu sudah habis sejak lama karena dia terus menyalakan pemanas pada hari-hari awal dia terjebak. Ketika itu suhunya mencapai minus 30 derajat Celcius.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau