Menghitung Lagi Untung-Rugi Berbisnis Indekos

Kompas.com - 20/02/2012, 11:42 WIB

KOMPAS.com - Investasi rumah indekos dapat tumbuh subur bila kawasan tersebut berdekatan dengan kampus, pusat belanja, perkantoran, atau retail center. Bagi Anda yang berniat menjadikan lahan atau rumah Anda menjadi tempat kos-kosan, simak ulasan keuntungan dan kerugiannya berikut ini.

Sebagai investasi, rumah kos memiliki beberapa kelebihan. Mengutip buku "Rahasia Menjadi Miliarder Properti" yang ditulis Panangian Simanungkalit, investasi ini memiliki tingkat permintaan (demand) cukup tinggi. Contoh saja kawasan Grogol, Jakarta Barat, yang diminati karena banyaknya mahasiswa bermukim di situ. Karena tinggal sementara, mereka cenderung memilih rumah kos dengan harga sewa satu kamar lebih mudah.

Kawasan seputar retail center di Tanah Abang juga potensial digarap sebagai tempat indekos. Pangsa pasarnya adalah karyawan atau penjaga toko yang bekerja di pusat perbelanjaan tersebut.

Keuntungan

Keuntungan investasi rumah kos dapat diperoleh dalam jangka panjang atau lebih dari lima tahun. Capital gain untuk rumah kos lebih tinggi bila dibandingkan investasi tanah kosong dan rumah sewa. Alasannya, karena rumah kos tidak hanya sekedar sebagai tempat tinggal, tetapi juga menyediakan pula jasa atau servis lain turunannya.

Rumah kos memiliki cap rate 5% - 7 % dibandingkan rumah sewa. Pasalnya, usaha ini mesti memiliki manajemen seperti tukang cuci dan seterika, atau manajemen membatasi waktu kunjungan khususnya di rumah kos khusus wanita.

Memang, meskipun memberi keuntungan menggiurkan, bisnis rumah kos juga memiliki kekurangan. Kekurangan di sini artinya, risiko atau usaha lebih yang perlu dilakukan pemilik usaha agar bisnisnya tetap melaju terus.

Pertama, pemilik rumah harus menyiapkan manajemen yang bertugas membuat peraturan sampai melayani kebutuhan para penyewa. Karena membutuhkan perhatian lebih, maka pemilik kos kadang harus menyewa orang khusus untuk melayani dan mengawasi para penyewa.

Risiko kedua, tak semua penyewa bisa berlaku disiplin membayar uang kos. Umumnya, ini terjadi karena penyewa belum memiliki penghasilan sendiri, misalnya mahasiswa.

Lalu, risiko ketiga, bisnis ini akan tutup apabila "magnet" seperti kampus atau mal akan pindah. Namun, risiko ini jarang terjadi sehingga investor cukup aman dan stabil berbisnis kos-kosan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau