Aspirasi

Perwakilan Guru Honorer Diterima di Istana

Kompas.com - 20/02/2012, 14:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan guru honorer akan menemui Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2/2012). Mereka yang mewakili merupakan tim negosiasi yang menuntut Presiden RI segera menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengangkatan Tenaga Honorer.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo, yang menjadi ujung tombak tim negosiasi itu mengatakan, belum ada kepastian siapa yang akan menerima tim negosiasi. Akan tetapi, yang terpenting baginya adalah ada jembatan untuk menyampaikan aspirasi para guru honorer.

"Siapa pun yang menerima, yang penting bisa menjadi jembatan dari aspirasi kami," kata Sulistyo, sesaat sebelum memasuki Istana Negara.

Ia menambahkan, setelah selesai melakukan negosiasi, akan ada evaluasi dari hasil negosiasi tersebut. Menurutnya, kehadiran ribuan guru di depan Istana Negara merupakan keterpaksaan karena Presiden tak kunjung menepati janji untuk meregulasi dan mengesahkan PP tentang Pengangkatan Guru Honorer.

"Dengan biaya tinggi, para guru honorer terpaksa berunjuk rasa. Mereka tentu ingin segera kembali mengajar dengan baik," kata Sulistyo.

Lebih jauh ia mengungkapnya, pemerintah tak segera mengesahkan PP terkait pengangkatan guru honorer karena terbentur anggaran. Ia berpendapat, seharusnya pemerintah bisa menilai tingginya jumlah peserta didik harus diimbangi dengan tenaga pendidik yang berkualitas.

"Banyak yang sudah puluhan tahun jadi honorer. Kerja penuh, tidak dibina, dan kesejahteraan tidak diperhatikan. Nasib honorer tak jelas, padahal tanggungjawabnya sama dengan guru PNS. Kami yakin pemerintah akan menanggapi," ujarnya.

Seperti diberitakan, ribuan guru honorer sejak pagi tadi berkumpul di depan Istana Negara untuk berunjuk rasa menuntut Presiden RI segera menandatangani PP tentang Pengangkatan Guru Honorer. Dalam sikapnya, para guru honorer akan terus bertahan melakukan unjuk rasa sampai tuntutan pemerintah terpenuhi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau