DEPOK, KOMPAS.com - Tersangka penganiayaan terhadap rekannya sendiri Amn (13) dalam ancaman saat menikam temannya SM (12). Penganiayaan terhadap rekan sesama siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Cinere, Depok itu terjadi setelah korban ingin melaporkan Amn ke polisi. Lalu Amn nekat menganiaya SM hingga ditemukan warga dalam kondisi hampir tewas.
"Dia disudutkan bahwa dialah yang menjadi pelaku pencurian. Sebetulnya pengambilan telepon genggam temannya untuk main-main, bukan untuk motivasi kriminal mencuri, dan itu juga dia disuruh oleh temannya," tutur pemerhati masalah anak Seto Mulyadi ketika mengunjungi Amn di ruang penahanan anak di Polsesk Beji, Senin (20/2/2012).
Sementara temannya lepas tanggung jawab. Dia merasa terancam pada waktu mendengar kata-kata akan dilaporkan ke polisi oleh korban, dia sepertinya sangat trauma pada polisi. Lalu dia bingung dan akhirnya khilaf. Amn, kata Seto, sangat ketakutan berurusan dengan polisi. Dia tidak ingin kakaknya Faisal dan isterinya Yanti, tenpatnya tinggal sat ini, marah kepadanya.
"Jangan-jangan, persoalan ini adalah dunia anak-anak yang kelihatan sederhana. Namun bagi orang yang seperti pelaku atau tersangka, hal ini sebetulnya memang keadaan yang membuat panik, dan dapat menimulkan suatu tindakan-tindakan nekat yang sama sekali tidak terduga.
Perasaan trauma pada diri Amn, tutur Seto, bisa terjadi karena faktor di tempat tinggalnya. Dari hasil pembisaraan dengan tersangka, dia pernah menjadi korban kekerasan saat berbuat salah di rumah.
Menurut pengakuan Amn dia pernah dihajar ketika sedang tidur. "Jadi inilah momen untuk menghentikan kekerasan terhadap anak, karena anak betul-betul akan mengimitasi berbagai kekerasan yang diterimanya," tutur Seto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang