ARBAIN RAMBEY
Pengantar redaksi: Awal Februari ini, Klinik Fotografi Kompas diundang Canon ke Pameran Fotografi tahunan CP+ di Yokohama, Jepang, sekaligus mengunjungi kantor pusat Canon di Tokyo. Hasil kunjungan ke Jepang tersebut akan diturunkan dalam dua tulisan, Selasa ini dan Selasa mendatang.
Walau diundang Canon, kedua tulisan akan menampilkan realitas teknologi secara netral berdasarkan fakta yang ada.
Di era digital dekade ketiga ini (dekade pertama 1990-2000, dekade kedua 2000-2010), hal yang paling menjadi pembicaraan adalah
Agar menjadi jelas, baiklah dijelaskan bahwa
Setelah EP-1 muncul di pasaran dan merebut hati banyak penggemar fotografi, satu per satu perusahaan kamera memproduksi kamera jenis ini, dimulai dengan Sony yang segera meluncurkan serial Nex-nya. Saat ini bisa dikatakan bahwa tinggal Canon yang belum punya
Mengapa Canon belum juga meluncurkan kamera jenis ini?
Ini jawaban Kenichi Shimbori, Executive Director Group 2 Canon, saat ditanya apakah Canon akan membuat
”Tidak,” katanya, yang langsung membuat enam wartawan dari Indonesia di depannya sibuk mencatat. ”Setidaknya itu jawaban saat ini,” tuturnya diplomatis.
Shimbori mengakui bahwa
”Namun, itu bukan alasan bagi Canon untuk segera membuat kamera serupa,” katanya.
Sementara itu Mitsuo Matsudaira, Executive Director Group 3 Canon, mengatakan, popularitas
”Kami menjawab popularitas
Selama ini, kalau menyebut kamera saku, kita selalu berhadapan dengan kamera yang memang mungil dan praktis, tetapi sulit untuk dipakai memotret dalam cahaya redup. Masalah utama kamera kompak adalah ukuran sensornya yang kecil sehingga butir-butir pembentuk gambarnya akan tampak jadi kasar saat foto itu dibesarkan.
Akan halnya Canon G1x, kamera ini menjadi revolusioner dan memang layak ”menantang”
”Popularitas
Para wartawan Indonesia, yang semuanya lalu dipinjami G1x, memang merasakan bahwa hasil pemotretan kamera yang melanjutkan seri G (terakhir adalah G12) ini memang setara DSLR kelas menengah. Dalam pemotretan model pada pencahayaan redup, perbesaran foto sampai beberapa kali lipat pun seperti pada contoh di halaman ini, masih menghasilkan foto yang halus dan tajam.
Kekuatan G1x memang pada ukuran sensornya yang besar, seperti bisa dilihat perbandingannya dengan sensor-sensor lain pada diagram di halaman ini. Ukuran sensor G1x cuma kalah sedikit dibandingkan dengan ukuran APSC yang menjadi sensor terbanyak pada DSLR, termasuk sensor Nex.
Selanjutnya bagaimana? Mungkin ini yang menjadi pertanyaan para penggemar fotografi: benarkah
Masih dalam wawancara di kantor pusat Canon, beberapa eksekutif Canon tetap menolak berkomentar soal
”Kalau saja cermin dianggap membuat lambat reaksi kamera, setidaknya Canon masih punya teknologi
Bagaimanapun, memang Canon belum akan membuat