Pembunuhan di jembrana

Purnabawa Diduga Dibunuh Sopirnya

Kompas.com - 21/02/2012, 06:44 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Keluarga Purnabawa yang tinggal di Kampial Residence, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali, diduga dibunuh sopirnya sendiri. Pembunuhan diduga bermotif dendam.

Made Purnabawa (27), Ni Luh Ayu Sri Mahayoni (istri, 27), dan Ni Wayan Krisna Ayu Dewi (anak, 9) ditemukan tewas setelah menghilang satu pekan lalu. Mayat keluarga itu ditemukan di sebuah kebun di Banjar Sumbul, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, Bali, Senin (20/2/2012) pagi.

Sejak keluarga itu menghilang, sopir korban, yaitu Heru Ardianto juga. menghilang. Heru menghilang bersama istri dan anaknya. Istrinya merupakan pembantu keluarga Purnabawa.

"Pelaku kami duga adalah orang yang tinggal bersama mereka (sopir), " kata Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Komisaris Besar I Wayan Sunartha, Senin malam setelah menerima hasil otopsi mayat Purnabawa di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, Senin malam.

Polisi menduga pelaku sudah berada di luar Bali. Mobil milik korban diperkirakan juga sudah dibawa pelaku. Ketika keluarga Purnabawa diketahui menghilang, satu unit mobil, dan dua unit sepeda motor milik korban juga lenyap. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau