LONDON, KOMPAS.com — Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terus melaju ke posisi tertinggi dalam sembilan bulan di New York setelah Iran menghentikan ekspornya ke Perancis dan Inggris. Selain itu, investor juga memperkirakan permintaan bahan bakar akan naik seiring dengan langkah Eropa untuk memberikan dana talangan ke Yunani.
Minyak WTI untuk pengantaran Maret naik 2,20 dollar AS menjadi 105,44 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange, Senin (20/2/2012) waktu New York. Ini harga intraday tertinggi sejak 5 Mei 2011. Sedangkan minyak Brent untuk penetapan April naik 1,57 dollar AS atau 1,3 persen menjadi 121,15 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe Exchange, London.
”Tingkat ketegangan yang tinggi yang berada di sekeliling proyek nuklir Iran terus membuat harga (minyak mentah) melaju. Begitu pula dengan pertumbuhan yang bagus di Cina dan Amerika Serikat,” sebut Christopher Bellew, pialang senior di Jefferies Bache Ltd, London.
Kondisi itu tak lain karena Iran menghentikan ekspor ke dua negara anggota Uni Eropa. UE sebelumnya telah menyetujui akan melakukan embargo minyak Iran, tetapi baru akan dilakukan 1 Juli mendatang. Menurut juru bicara Kementerian Minyak, Alireza Nikzad Rahbar, Iran akan menyuplai minyaknya ke pelanggan yang baru ketimbang perusahaan-perusahaan di Inggris dan Perancis.
Harga minyak juga didorong oleh kondisi Yunani. Para menteri keuangan Eropa telah mendiskusikan paket dana talangan sebesar 130 miliar euro bagi Yunani. Ini dana penyelematan kedua dalam dua tahun terakhir. Kenaikan harga minyak juga ditopang oleh langkah Cina memotong giro wajib minimumnya demi mendorong bank meningkatkan pemberian pinjaman dan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, negara ini turut terkena imbas krisis Eropa, khususnya melalui jalur ekspor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang