Kenapa Pria Malas Berhubungan Seks Saat Istri Hamil?

Kompas.com - 21/02/2012, 08:42 WIB

KOMPAS.com - Ada banyak pria yang mengalami masalah saat harus melakukan hubungan seks, terutama ketika istri  sedang hamil. Hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan biologis, sehingga menurunkan minat untuk melakukan hubungan seksual.

Banyak ibu hamil mengeluh bahwa pasangan mereka tidak lagi tertarik untuk berhubungan seks saat hamil, atau bahkan tidak dapat melakukannya. Namun, tak sedikit pula ada pria yang menganggap istri mereka terlihat lebih seksi saat hamil.

Lantas apa masalahnya yang sebenarnya membuat para pria enggan melakukan hubungan seks saat hamil? Berikut adalah beberapa alasannya, seperti dikutip geniuspregnancy:

1. Kehadiran "orang lain"

Beberapa pria merasa tidak nyaman ketika melakukan hubungan intim saat hamil karena mengetahui mengetahui bahwa anaknya berada di dalam ruangan, yang dia sebenarnya sangat ketahui.

2. Takut melukai bayi

Sebagian besar pria percaya bahwa mereka mungkin akan mengenai kepala bayi saat melakukan penitrasi. Padahal ini jelas tidak mungkin. Anda (istri) harus menjelaskan hal tersebut kepada suami Anda.

3. Takut menyakiti pasangan (istri)

Komunikasi adalah hal yang sangat penting pada tahap ini. Anda harus menjelaskan kepada suami tentang apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak. Misalnya, katakan padanya untuk tidak melakukan tekanan pada area perut Anda. Itu tugas Anda untuk meyakinkan dia bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja selama melakukannya dengan posisi yang tepat dan tidak membahayakan Anda.

4. Positioning

Anda harus menerima kenyataan bahwa bukan suatu perkara yang mudah untuk menemukan posisi yang tepat saat berhubungan intim kala istri sedang hamil. Tapi Anda dapat terus mencobanya dan mencari posisi alternatif yang lainnya.

5. Takut kalau sperma memicu kelahiran prematur

Pada situasi tertentu, hal ini memang mungkin saja terjadi. Sperma mengandung apa yang disebut prostaglandin, yang dapat memicu bayi lahir lebih cepat. Tetapi kondisi ini hanya akan terjadi apabila usia kehamilan sudah mendekati persalinan. Anda dapat menjelaskan hal ini kepada pasangan (suami) Anda bahwa seks saat hamil tidak akan menimbulkan masalah.

6. Keintiman tidak harus berhubungan dengan seks

Beberapa pria berpikir bahwa banyak cara untuk bersenang-senang tanpa terlibat dalam hubungan seksual. Untuk yang satu ini, mungkin Anda harus mengingatkannya dengan penuh gairah.

7. Pria tidak sadar bahwa ketika hamil wanita lebih intens mengalami orgasme

Beberapa wanita dapat mencapai orgasme lebih cepat daripada biasanya, bahkan dapat terjadi beberapa kali terutama saat hamil. Seluruh alat kelamin dan daerah panggul, termasuk rahim ukurannya membesar dengan volume darah, dan area vagina menjadi lebih sensitif. Setiap jenis rangsangan, walau hanya sekadar fantasi, seringkali cukup untuk memicu libido wanita kala hamil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau