Yaman

Pilpres Digelar Hari Ini, Hadi Calon Tunggal

Kompas.com - 21/02/2012, 10:00 WIB

SANAA, KOMPAS.com - Pemilu presiden Yaman siap digelar Selasa (21/2/2012) ini. Wakil Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi tampil sebagai satu-satunya calon. Dia berkomitmen akan ”menghancurkan” Al Qaeda, kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS John Brennan, Minggu (19/2/2012), di Sanaa, ibu kota Yaman.

Brennan, yang bertemu dengan Hadi pada Sabtu di Sanaa, mengatakan, dia ”sangat tergerak oleh komentar Hadi” mengenai Al Qaeda. Hadi berniat keras menghancurkan jaringan teroris itu. ”Saya pikir dia dapat menjadi mitra yang kuat dan baik,” kata Brennan kepada wartawan.

Kantor berita resmi Saba merilis pernyataan Hadi yang menyebutkan, ”Organisasi teroris Al Qaeda harus diperangi dan keberadaannya di Semenanjung Arab harus diakhiri.”

”Ini membutuhkan kerja sama internasional yang serius,” kata Hadi seusai pertemuan dengan Baron Emma Nicholson, anggota Majelis Tinggi Inggris, yang berkunjung ke Sanaa menjelang pemilihan presiden.

Jutaan warga akan memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara di seantero negeri. Dalam pilpres yang seperti referendum, rakyat Yaman akan memberikan suara mereka untuk Hadi sebagai kandidat satu-satunya yang akan menggantikan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Saleh kini berada dalam perawatan untuk mengobati luka yang didapatnya akibat serangan oposisi pada pertengahan 2011.

Saleh (69), yang memerintah Yaman selama 33 tahun, telah menandatangani perjanjian penyerahan kekuasaan yang dimediasi Liga Arab di Riyadh, 23 November 2011. Dalam perjanjian itu, Saleh diharuskan menyerahkan kekuasaan kepada wakil presiden meski tetap menjadi presiden kehormatan hingga Februari 2012.

Sejak protes antirezim Saleh bergulir akhir Januari 2011, kelompok militan memanfaatkan kekuasaan pusat yang kian lemah dengan membangun basis-basis pertahanan di sejumlah provinsi di selatan. Pejabat pemerintah mengatakan, kelompok militan terafiliasi dengan Al Qaeda, namun oposisi menuduh rezim mengada-ada.

Ledakan

Jelang pilpres, sebuah ledakan menghancurkan satu tempat pemungutan suara di Aden, kota terbesar di Yaman selatan, Senin. Suara tembakan terdengar tak lama setelah ledakan itu. Belum ada laporan lanjutan atas insiden itu. Ledakan menyebabkan lubang besar di dinding bangunan dan menghancurkan kaca jendela bangunan lain di sekitarnya.

Sehari sebelumnya, tiga prajurit cedera dalam bentrokan dengan militan di dekat sebuah TPS di Provinsi Lahij. Orang-orang bersenjata dari Gerakan Selatan menyerang mobil militer yang mengangkut kotak suara ke TPS di satu sekolah dekat pangkalan udara Al Anad di Lahij. Tiga prajurit cedera dalam baku tembak itu.

Salah satu kelompok dari Gerakan Selatan menyerukan hari ”pembangkangan sipil” pada Selasa (21/2/2012), saat rakyat Yaman memberikan suara untuk Hadi.

Mereka mendesak simpatisan mereka berpawai di Aden untuk ”menuntut kebebasan dan kemerdekaan” di wilayah selatan, dan tidak mengakui pemerintahan Sana’a.

Barat, termasuk AS, dan Arab Saudi khawatir negara itu akan gagal. Al Qaeda bisa memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk memperkuat pengaruh mereka. (AFP/REUTERS/AP/CAL)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau