TUBAN, KOMPAS.com - Dalam sepekan ini ditemukan dua bayi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang sengaja diduga dibuang.
Pada Senin (20/2/2012) sore di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, ditemukan mayat bayi laki-laki. Tali pusar dan ari-ari bayi dengan panjang 55 sentimeter berat 3 kilogram itu masih utuh.
Sebelumnya, pada Rabu (15/2/2012) lalu, ditemukan bayi perempuan di depan rumah Mujipah warga Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban.
Mayat bayi laki-laki pertama kali ditemukan Madrim (42), warga Bektiharjo yang hendak mandi di sungai.
Ia terkejut melihat di tas plastik warna merah yang mengapung di sungai, ada tangan kecil menyembul keluar. Setelah didekati, baunya menyangat. Temuan itu dilaporkan kepada warga lainnya, dan diteruskan kepada polisi. Dalam tas itu juga ditemukan pakaian wanita penuh darah, diduga milik ibu yang melahirkan bayi itu.
Hasil identifikasi polisi menunjukkan pergelangan tangan bayi patah, hingga tulangnya menyembul keluar plastik. Diduga bayi dibuang dengan cara dilemparkan ke sungai.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Tuban, Ajun Komisaris Budi Santoso, Selesa (21/2/2012) ini, menyatakan, polisi maih menyelidiki siapa pemilik dan pembuang bayi itu. Mayat bayi telah diotopsi di RSUD Koesma Tuban.
Pada Rabu pekan lalu, bayi perempuan ditemukan di kardus mi instan di halaman rumah Mujipah, warga Dusun Ngemplak, Desa Mulyoagung. Saat ditemukan, bayi yang masih berumur sehari itu masih terpejam matanya.
Bayi itu pertama kali ditemukan Kartini, pemilik warung kopi. Ia mendengar suara tangisan bayi, bersamaan suara adzan. Saat ditelusuri, ia menemukan kardus mi instan berisi bayi di halaman rumah Mujipah. Tali pusar masih menempel. Di kardus itu ada popok bayi, satu kotak susu, dan kain gombal sebagai alas.
Bidan Desa Mulyoagung, Febriyanti, menuturkan, kondisi bayi sangat sehat dengan berat 2,7 kilogram dan panjang 49 sentimeter. Rencananya bayi itu akan diadopsi Mujipah, dan diberinama Nurul Chamila.
Menurut Budi Santoso, bayi-bayi itu sengaja dibuang diduga untuk menutupi aib dan rasa malu, karena ada janin hasil hubungan di luar pernikahan. Bayi juga bisa sengaja dibuang karena impitan ekonomi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang