Kebakaran di lapas kerobokan

Ada Perintah Tembak di Tempat

Kompas.com - 22/02/2012, 01:13 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Situasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali, belum terkendali. Kebakaran masih terjadi di area tengah kantor lapas hingga Rabu (22/2/2012) dini hari Wita sehingga para petugas tetap bersiaga untuk menjaga situasi agar tidak lebih parah lagi.

Menurut pemantauan Kompas.com, belum ada petugas yang bisa masuk. Sementara itu, para napi terus melakukan pelemparan batu dari dalam. Dua water canon bantuan polisi pun sudah datang untuk ikut memadamkan api, yang masih terus mengamuk di dalam lapas.

Mengantisipasi kemungkinan yang lebih buruk, petugas lapas akan mengambil tindakan yang sangat tegas bila ada napi yang nekat berbuat onar. Dari pengeras suara terdengar pengumuman bahwa petugas lapas akan mengambil tindakan tembak di tempat.

Pada pukul 00.00 Wita, napi penghuni Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali, mengamuk dan membakar lapas. Kapolda Bali Irjen Totoy Herawan Indera datang, ditemani Kapolres Denpasar Kombes I Wayan Sunartha.

Kapolres dan anggotanya sudah mencoba masuk ke lapas untuk melakukan negosiasi. Namun, belum diketahui proses negosiasinya. Dari luar masih terdengar teriakan para napi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau