Rekayasa

UMM Luncurkan Mobil Berbahan Gas

Kompas.com - 22/02/2012, 04:00 WIB

Magelang, Kompas - Universitas Muhammadiyah Magelang meluncurkan mobil berbahan bakar gas. Mobil itu menggunakan tabung elpiji ukuran 12 kilogram dan 3 kilogram, dilengkapi sistem pemipaan dan converter kit impor dari Turki.

Ketua peneliti mobil berbahan bakar gas Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), Muji Setiyo, mengatakan, mobil berbahan bakar gas ini dibuat oleh tim UMM dengan mengembangkan sistem bahan bakar gas dari taksi yang dibeli dari Jakarta.

”Setelah empat kali melakukan uji coba pada taksi, barulah kami bisa membuat mobil berbahan bakar gas,” kata Muji Setiyo dalam acara peluncuran mobil berbahan bakar gas di Kampus 2 UMM, Selasa (21/2).

Teknologi bahan bakar gas ini diterapkan di sejumlah mobil dinas UMM. Tabung gas diletakkan di jok belakang mobil, di atasnya dipasang regulator dan selang yang langsung terhubung ke mesin mobil. Selang ini dipasang dan dihubungkan ke mesin melalui bagian bawah mobil.

Penelitian untuk merancang mobil berbahan bakar gas dilakukan sejak Mei 2011, menghabiskan biaya Rp 6 juta.

UMM memodifikasi sejumlah komponen, seperti flow valve, spring, by pass valve, dan ignition timing, sehingga menghasilkan torsi dan daya tiga persen lebih besar serta emisi rendah.

Muji mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir bahwa pemakaian tabung gas berpotensi meledak karena selang yang menghubungkan tabung gas dengan mesin dilengkapi katup pengaman.

”Begitu ada ketidakberesan pada sistem pembakaran, katup akan menutup jalan sistem pembakaran dalam mesin mobil,” ujarnya.

Mobil berbahan bakar gas itu telah diuji coba dengan menempuh perjalanan 5.000 kilometer. Teknologi ini juga diuji coba di Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Teknologi di Malang dan dinyatakan lolos uji.

Mobil berbahan bakar gas ini lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin karena memiliki tingkat konsumsi bahan bakar lebih sedikit. Satu kilogram gas dapat digunakan untuk menempuh perjalanan 35 kilometer-40 kilometer. Adapun satu liter bensin hanya dapat digunakan untuk menempuh 10 km-13 km.

”Suara mesin mobil berbahan bakar gas lebih halus daripada mesin berbahan bakar bensin,” kata Wati, wartawan yang diminta melakukan test drive.(EGI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau