Pulau Tropis yang Indah dan Berdarah

Kompas.com - 22/02/2012, 11:26 WIB

KOMPAS.com - Far Cry 3 adalah sekuel terbaru dari seri Far Cry. Seperti apa dunia yang akan dihadapi pemain dalam game itu, simak dalam preview berikut, hasil kerjasama KompasTekno dengan Gamexeon:

Selamat datang diucapkan bagi Far Cry 3 yang kembali lagi dari panas dan udara yang penuh debu di Benua Afrika Tengah ke kepulauan tropis.

Dengan matahari yang hangat, pantai dengan pasir putih yang indah, daun-daunan hijau serta bunga-bunga penuh warna yang bermekaran.

Apalagi jika bisa ditambah dengan sayup-sayup terdengar alunan ukulele yang mendayu-dayu.

Eits.... jangan salah. Keindahan yang bagai surga dunia itu tidak sampai di situ saja.

Suara tembakan dan ledakan saling sahut-menyahut, erangan dan makian bagai tanya jawab dalam acara televisi.

Aksi menghabisi lawan secara diam-diam dengan pisau atau melesakkan beratus-ratus peluru ke dalam benak setiap target hingga membuncahkan darah dari arteri yang terputus, merupakan pemandangan lain dari pulau tropis yang eksotis ini.


Bukan superhero

Far Cry 3 bukanlah sebuah cerita tentang seseorang yang dengan kekuatan supernya berusaha menyelamatkan dunia.

Tapi sebuah game yang menceritakan bagaimana seorang pemuda biasa yang berevolusi dari tidak memiliki pengalaman apa-apa untuk menghadapi isi pulau yang ternyata gila, menjadi seorang pemuda yang berusaha dengan segala cara untuk mempertahankan dirinya.

Dan seperti pada Far Cry 2 yang memperkenalkan Jack Carver dengan malarianya, Jason Brody sebagai karakter utama Far Cry 3 pun bukanlah seorang superhero berotot baja dan bermata x-ray.

Setelah beberapa tahun terdampar di pulau yang letaknya di perbatasan samudera Hindia dan Pasifik ini, Jason mengidap trauma psikologis yang kadang membuat dia berhalusinasi.

Jika trauma yang diidap oleh Jason itu kambuh, penglihatannya akan berkunang-kunang, keadaan di sekitarnya akan berubah warna dan seperti melayang-layang.



Kelinci percobaan


Di sinilah salah satu karakter yang bernama Dr. Earnhardt ikut berperan, berperan dalam pembentukan trauma yang dialami oleh Brody karena Earnhardt sangat tertarik dengan eksperimen obat-obatannya.

Alih-alih menyembuhkan dirinya dari luka-luka tembak, Jason mendapati dirinya menjadi seorang kelinci percobaan.

Semenjak E3 2011 yang lalu, kemunculan Vaas yang menerangkan tentang "the definiton of insanity" cukup menjelaskan bahwa apa yang dihadapi oleh Jason Brody tidaklah mudah.

Dengan latar belakang karakternya yang masuk dalam level sosiopat dan bahkan psikopat, justru telah membuat pulau tropis ini menjadi lebih berwarna lagi.

Bila Batman bersanding dengan Joker, maka pasangan Jason di Far Cry 3 ini adalah Vaas.

Dan jika Joker dalam Batman: Arkham City yang diperankan oleh Mark Hamill mendapat banyak penghargaan di tahun 2011, semoga Vaas yang diperankan oleh Michael Mando bisa mendapatkan hal yang serupa di tahun 2012 ini.

Engine bernama Dunia

Pulau yang luas seperti pada seri pertama Far Cry, memberi keasyikan sendiri untuk dijelajahi. Dengan bantuan Dunia Engine, Ubisoft Montreal membuat pulau ini beragam isinya.


Dari mulai pantai, perkampungan, hutan tropis dengan bangkai pesawat Perang Dunia II yang tergantung disulur-sulur, gua, sungai, danau dan laut yang bisa direnangi maupun diselami.

15-20 jam adalah waktu yang terlalu singkat untuk menyelesaikan game ini, dan dipastikan belum semua sudut telah disinggahi.

Karena luas neraka yang indah ini diibaratkan penggabungan peta Far Cry dan Far Cry 2 dikalikan 10 (Sepuluh, jika anda masih ragu-ragu membaca angka tersebut).

Pulau yang cukup luas ini juga yang membuat pilihan bagi gamer untuk melakukan apa saja menjadi bebas. Gamer bebas menjelajahinya dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan kendaraan bermotor seperti mobil.



Open-ended mission


Dari sisi gameplay pun memberikan kebebasan bagi gamer, area untuk mendekati sebuah markas musuh menjadi luas dengan sudut yang mencapai 360 derajat.

Cara menghabisi musuh pun yang bisa saja dalam jumlah banyak tergantung dari kondisi tempat gamer berada, dan kecerdikan gamer memanfaatkannya. Ubisoft menyebutnya sebagai "open-ended mission".

Pada tanggal 7 September tahun ini, gamer yang akan berperan sebagai Jason Brody berkesempatan untuk membuktikan teori "the definiton of insanity".

Sampai sejauh mana kegilaan pulau itu, sampai sejauh mana kegilaan hutan-hutan dan alam sekitarnya di sana, sampai sejauh mana kegilaan manusia-manusia yang hidup di atasnya, hingga sampai sejauh mana kegilaan gamer memainkannya.


(Preview The Darkness II disunting dari tulisan rakata di Gamexeon)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau