JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies, Mulyana W Kusumah, mengatakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2012-2017 harus memiliki visi teknokrasi untuk membangun Jakarta. Sehingga tidak salah langkah dalam menyelesaikan masalah di Jakarta. "Untuk membangun Jakarta, setidaknya pemimpin tersebut harus punya jiwa teknokrat," kata Mulyana, di Gallery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Selain itu, tingkat heterogenitas dan pluralitas di Jakarta juga terbilang tinggi dibanding dengan kota-kota besar lainnya. Untuk itu, menjadi pemimpin di Jakarta juga harus paham dan mengerti dengan makna pluralisme dan mampu menerapkannya. "Dengan begitu, pemimpin tersebut pasti mampu mengatasi konflik dengan tidak mengorbankan warga miskin," ujar Mulyana.
Menurut Mulyana, tokoh yang ideal untuk memimpin Jakarta bukanlah tokoh yang mengedepankan agama, aliran politik, atau golongan tertentu. Karena itu, besar harapan Gubernur DKI untuk periode mendatang tidak hanya mampu mengatur pemerintahan, tapi juga menjadi tokoh yang bisa diterima dalam keanekaragaman di Jakarta dan mampu mengatasi konflik yang terjadi di Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang